kumpulan cerita humor lucu – kisah humor lucu – cerpen humor lucu

kumpulan cerita humor lucu – kisah humor lucu – cerpen humor lucu
==============================

Back To Zero

Senin, 03/01/2011 13:51 WIB | email | print

Oleh Halimah

“Sesungguhnya ibadah itu ada masa jenuhnya.” Begitulah kuranglebih redaksi kata hikmah dari Ali bin Abi Thalib R.A.

Aku merasa berada dititik jenuh, seperti battery yang telah banyak digunakan. Semburan kehangatannya mulai melemah. Fungsinya yang telah lama digunakan, membuatnya tidak seperti yang diharapkan lagi. Aku merasa telah berada dibanyak persimpangan pilihan.

Ada beberapa hal yang ingin aku tuntaskan di tahun 2010, tapi ternyata semuanya tidak sesuai dengan yang aku bayangkan. Menulis adalah salah satu hal yang sangat aku sukai, dan menjadi lahan ‘semburan’ kekuatan hati yang ingin aku bagi kesesama.

Belajar tentang Thibbun Nabawi juga merupakan hal yang aku mulai hampiri, tapi ternyata, tak mampu untuk bergerak lebih, lebih cepat dari yang aku inginkan. Sepertinya aku merasa masih berada di titik zero.

Aku juga punya impian, ditahun 2010 aku harus punya lebih banyak jam silaturahmi ke saudara, ternyata aku juga tak mampu mencapai target itu. Aku hanya mampu bersilaturahmi dengan beberapa orang saudara di Samarinda. Itupun dengan ketergesaan. Seperti hanya sambaran kilat. Singgah ke sebuah rumah, bincang-bincang sebentar, lalu pamit pada tuan rumah. Tentu bukan itu yang aku inginkan sebagai ikatan persaudaraan.

Teman-teman di Sengata pun, aku sepertinya kehabisan ruang waktu untuk mereka. Beberapa ibu-ibu ingin bertemu denganku, dengan mengirimkan SMS, tapi aku tak mampu memenuhinya. Aku merasa kondisi fisikku melemah. Kekuatan jiwa untuk membuat badan merasa lebih fresh, ternyata hilang entah kemana.

Mungkin inilah yang dikatakan ahli hikmah : “Jangan sia-siakan waktu dan masa mudamu.”

Sekarang aku merasakan sendiri petuah itu. Kembali ke masa lampau tentu tak mungkin. Menjalani hari-hari dengan penuh ‘gairah’ ternyata perlu juga kekuatan fisik yang prima.

Kadang aku menjalani hari-hariku dengan semangat yang aku pompa dengan kekuatan penuh, ternyata setelah sampai di rumah, aku malah merebahkan diri, tanpa bisa ‘bergerak’ untuk menyambut kepualangan dari sekolah ‘malaikat-malaikat kecilku’.

Mungkin aku perlu memaklumi diri, bahwa aku sudah tua. Bukan seperti jaman kuliahan dulu. Kadang tidur hanya satu dua jam seharinya, tapi tidak merasa lelah. Pagi kerja, sore ngurusin organisasi, malamnya kuliah. Hingga kadang malam ‘kelayapan’ hingga pukul duabelas malam. Sungguh masa mudaku, sepertinya aku tak merasa lelah.

Tapi saat ini, diusia yang tak bisa dikatakan muda lagi, aku harus melihat diriku dengan kacamata kekinian. Jangan lagi mengingat-ingat ‘dulunya’. Atau membanding-bandingkan. Karena memang usia tak bisa dihindari. Kekuatan tak selamanya akan ada mendampingi kita. Maka tentu aku harus ‘tahu-diri’ karena aku sudah tua.

Beberapa teman di lingkungan rumah bertanya : ” kenapa lama nggak keluar?” aku hanya tersenyum. Tak mungkin aku menerangkan keadaanku yang sebenarnya. Aku merasa tak ada gunanya menerangkannya, karena itu bukan hal yang harus diketahui mereka.

“Aku ingin menikmati hidup!” dengan tersenyum aku akan menjawabnya.

Mungkin jawaban itu kurang kena untuk mereka. Tapi mungkin saja jawaban yang seadanya, yang telah aku lontarkan, memang benar adanya.

Beberapa hari, beberapa minggu, aku memang menikmati jam-jam yang aku lalui. Tak banyak aktifitas keluar rumah. Kegiatanku hanya seputar rumah. Mengerjakannya pun dengan tentram, tanpa dikejar-kejar ‘deadline’.

Biasanya, setelah anak-anak dan suami, pamitan keluar rumah di pagi hari, aku dengan sangat ‘cepat’ membereskan rumah. Diantaranya memasak, dengan resep praktis, menyapu dengan kekuatan ‘supersonik’. Menerima tamu pagi hari dengan sambil mencuci piring. Atau menyapu halaman dengan sambil senyum-senyum kepada ibu-ibu yang lewat. Semua pekerjaan selalu ada ‘pendampingnya’. Sport jantung di pagi hari, selalu aku lakukan.

Tapi saat ‘menikmati hidup’, aku merasakan ketenangan. Shalat Dhuha, juga bisa lebih lama. Makan dengan tenang, menikmati rasa manis maupun asinnya. Kadang sempat juga menonton berita televisi. Sesuatu yang tadinya sangat langka.

Bulan Desember di tahun 2010, aku memang mengisinya dengan BACK TO ZERO. Aku menikmati itu. Menikmati ketenangan, keteraturan, mengurangi janji bertemu dengan beberapa orang. Mengurangi keluar rumah. Mendekatkan diri kepada anak-anak yang lagi sibuk UAS ( Ujian Akhir Semester ). Mendampingi mereka belajar sambil mendengar hapalan juz 30 mereka. Sambil mempersiapkan makan pagi atau saat mereka akan berangkat tidur malam, anak-anak menyetor hapalannya.

Melambaikan tangan dengan tenang, saat mereka berangkat sekolah. Mengirimkan doa-doa saat mereka di sekolah, agar mereka mudah mengerjakan soal-soal yang mereka hadapi. Berdoa kepada Allah SWT, untuk keselamatan anak-anak dan suami. Menunggu kepulangan mereka dengan perasaan rindu, karena telah menyiapkan penganan kesukaan mereka. Betapa pekerjaan di rumah membuatku merasa damai.

Kembali ke titik Nol, sesuai judul tulisanku kali ini, memang aku nikmati. Yang aku katakan kepada teman-teman, bahwa aku sedang ingin menikmati hidup. Ternyata memang benar-benar aku nikmati. Walau memang pekerjaan di rumah, tak akan pernah berhenti selama 24 jam, tapi jika dilakukan dengan tanpa ketergesaan, dengan sepenuh hati, dan menikmatinya dengan ‘nyanyian hati’ semuanya bagaikan surga di rumah sendiri.

Back To Zero. Istilah yang aku gunakan ini, memang aku perlukan, sesering yang aku harapkan. Karena memang hidup penuh dengan ketergesaan, dikejar-kejar waktu yang berlari membuat diriku seperti ‘sesak napas’. Karena memang kakiku tidak sekuat dan selincah di masa mudaku. Karena saat ini, aku punya “lahan dakwah internal” yang harus lebih aku istimewakan.

( tiga pendekar kecilku, sering bertanya kepadaku : ”kenapa Mama selalu keluar rumah?” Ternyata mereka menginginkan kehadiranku ditengah-tengah mereka selama yang mereka harapkan, bukan selama yang aku inginkan. )

Sengata, 31 Desember 2010

Halimah Taslima

Forum Lingkar Pena ( FLP ) Cab. Sengata

halimahtaslima@gmail.com

==============================
kumpulan cerita humor lucu – kisah perawan cantik – cerpen humor lucu

About these ads

About sesungguhnya pacaran dan musik itu haram hukumnya ( www.jauhilahmusik.wordpress.com , www.pacaranituharam.wordpress.com )

pops_intansay@yahoo.co.id
This entry was posted in cerita eramuslim.com. Bookmark the permalink.

4 Responses to kumpulan cerita humor lucu – kisah humor lucu – cerpen humor lucu

  1. kumpulan cerita humor lucu – kisah humor lucu – cerpen humor lucu
    ==============================

    Tak Hanya Lahiriah Semata
    Minggu, 02/01/2011 09:18 WIB | email | print

    Oleh Anung Umar

    Apa yang ada di benak seorang ikhwan tatkala pandangannya tertuju pada seorang wanita yang berbalutkan pakaian ‘seadanya’ ? Dan bagaimana pula jika perhatiannya tertuju pada seorang akhwat yang berbalutkan pakaian syar’inya ? Tentu saja ada perbedaan antara keduanya.

    Bagi seorang ikhwan (apalagi yang masih lajang), melihat wanita berpakaian serba ketat, tipis, dan transparan memang sangat ‘menggoda’, namun tetap, dalam hatinya (kalau memang masih normal) tersimpan rasa benci, risih dan jijik melihat pemandangan seperti itu.

    Berbeda halnya tatkala menyaksikan seorang wanita yang memakai busana kehormatan dan kesucian yang menutup seluruh tubuhnya, tidak menampakkan lekuk tubuhnya, lebar dan longgar, ada nuansa kekaguman dan penghargaan terhadapnya atau perasaan lainnya yang entah bagaimana membahasakannya, singgah di hati dan kadang menguntum di dalamnya.

    Namun, akankah kekaguman itu bertahan (seandainya) setelah menikah dengannya ? Pembahasan itulah yang saya perbincangkan beberapa waktu lalu dengan seorang ikhwan. Ia telah berkeluarga dan telah dikaruniai tiga orang anak dari pernikahannya dengan seorang akhwat sepengajian. “Kalau udah nikah sih biasa aja.” Katanya, “Kalau sebelum nikah ya memang gitu, tapi kalau udah nikah sih nggak.” “Makanya dalam rumah tangga hafalan Al-Quran (juga) nggak diperhatiin, gimana hafalannya? Berapa banyaknya? Yang dibutuhin tuh, bukan cuma ‘teori’, tapi prakteknya. Perhatian nggak sama dia (pasangan)? Perhatian nggak sama anak?” Katanya lagi.

    Saya terhenyak sejenak mendengar kata-katanya. Kalau hafalan Al-Quran yang tentunya itu kelebihan dan kebaikan lahiriah bagi orang yang memilikinya-saja bisa tak ‘berguna’ dalam pernikahan, lantas bagaimana dengan kelebihan lahiriah lainnya? Bagaimana dengan kecantikan seorang istri dan ketampanan seorang suami, akankah berguna dalam mahligai pernikahan?

    “Mahar sampe ratusan juta gitu? Memang sih enak dapat istri cantik kayak gitu, tapi kalau udah ‘dirasain’ sih, ya sama aja kayak perempuan lainnya (yang murah maharnya).” Demikian komentarnya tatkala mengetahui berita dari surat kabar tentang mahalnya mahar wanita-wanita Libanon, negeri ‘gudang’nya wanita-wanita tercantik sejagat alam. “Padahal kalau udah nikah (kecantikan) itu nggak terlalu diperhatiin. Yang diperhatiin tuh, gimana akhlaknya sehari-hari di rumah, gimana dia ngelayani suami.” Tambahnya lagi.

    Ucapannya mengingatkan saya pada nasehat seorang dosen tafsir sekitar setahun yang lalu ketika membahas hukum pernikahan dalam surat An-Nisa. Beliau berkata di kelas (dalam bahasa Arab, yang artinya kurang lebih), “Seharusnya memilih pasangan jangan karena lahiriahnya saja. (Bagi para akhwat) jangan memilih pasangan hidup semata-mata karena ia berjenggot dan (bagi para ikhwan) jangan memilih pasangan karena pertimbangan kecantikan belaka. Ingat sabda Nabi kita صلى الله عليه وسلم, “Wanita itu (biasanya) dinikahi karena empat perkara, ‘karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya, maka pilihlah yang memiliki agama, niscaya kamu beruntung’.”

    Beliau melanjutkan, “Agama dan akhlak, itulah yang harus menjadi prioritas. Maka perhatikanlah bagaimana agama dan akhlaknya sehari-hari. Pertimbangan fisik memang penting dan dibutuhkan ketika memilih pasangan, tapi jangan jadikan itu yang terpenting. Utamakanlah yang memiliki din serta akhlak yang baik, karena kecantikan itu relatif. Cukupkanlah dengan memilih wanita yang sekedar bisa menyejukkan hati kalian ketika memandangnya (jika ia memang wanita yang baik/salehah). Sebab perlu kalian ketahui, tatkala seseorang menikah dengan seorang wanita, bila telah berlalu beberapa tahun, ia akan menganggap istrinya itu ‘biasa-biasa’ saja, secantik apapun dia, walaupun sangat cantik. Makanya, pilihlah pasangan yang memiliki din serta berakhlak baik yang bisa membantu kalian untuk taat kepada Allah, karena dialah yang kelak mendampingi kalian seumur hidup kalian.”

    Nasehatnya seakan masih hangat di kepala dan terngiang-ngiang di telinga. Saya renungkan nasehat itu dan saya tambahkan dengan perkataan ikhwan tadi, maka saya dapati kedua orang yang sudah mencecap pahit-manisnya kehidupan rumah tangga ini ternyata memberikan pelajaran yang cukup berharga.

    Mereka berdua mengajarkan kepada siapapun yang ingin mencari sosok pendamping dalam bahtera pernikahan, mengarungi dengan selamat samudra kehidupan rumah tangga yang penuh dengan cobaan, bahwa:

    Kecantikan dan ketampanan lahiriah seseorang ternyata tak bisa merekatkan dua hati yang terikat dalam ikatan suci selama tak disertai dengan budi pekerti.

    Lebarnya jilbab dan lebatnya jenggot seseorang ternyata tidak cukup dan tak mungkin cukup sebagai bekal untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahmah, selama tidak dihiasi dengan kemuliaan adab serta keelokan akhlak.

    Banyaknya hafalan Al-Quran seseorang, kefasihannya tatkala membaca kalam Allah tersebut, ternyata tak ‘berarti’ bagi keharmonisan suatu pernikahan, jika tak disertai dengan amal dari apa yang dibaca dan dihafalkannya.

    Kelihaian seseorang menggetarkan hati pendengar di atas mimbar, menyentuh perasaan pembaca melalui tulisan: nasehat, tausiyah, wejangan penuh hikmah, ternyata tak akan sanggup menggetarkan dan menyentuh hati pasangannya, sampai ia mempraktekkan apa yang disampaikannya, di dalam rumahnya, di hadapan pasangannya!

    Seluruh kelebihan lahiriah itu akan pupus di hati pasangan dan tak akan memberikan kontribusi berarti bagi kebahagiaan rumah tangga, bila tidak disertai dengan amal (praktek) dan tanpa ditunjang dengan akhlak yang mulia.

    Lantas, akankah kita tetap menaruh ekspektasi besar terhadap calon pasangan karena lahiriahnya semata?

    Maka, saatnya tunduk tengadah, apakah ia telah mengamalkan ilmu yang didapatkannya selama ini? Apakah ia telah menghiasi diri dengan ibadah dalam kehidupan sehari-hari? Senantiasa berbaktikah ia kepada orang tuanya? Selalu berakhlak baikkah ia tatkala bersama tetangga dan teman-temannya? Kalau memang ia telah memenuhi seluruh ‘tuntutan’ itu, maka kejarlah ia, kerahkan seluruh daya dan upayamu untuk ‘menangkapnya’, karena ia adalah ‘malaikat’ atau ‘bidadari’ yang selama ini kamu cari!

    Jakarta, 26 Muharram 1432/1 Januari 2011

    anungumar.wordpress.com

    ==============================
    kumpulan cerita humor lucu – kisah perawan cantik – cerpen humor lucu

  2. kumpulan cerita humor lucu – kisah humor lucu – cerpen humor lucu
    ==============================

    Tujuh Butir Mutiara Kehidupan
    Sabtu, 01/01/2011 15:36 WIB | email | print

    Oleh Syaripudin Zuhri

    Terkadangg dalam menghadapai hidup dan kehidupan ini , orang seakan tak mempunyai pegangan, apa lagi bila sedang mengalami tekanan dari berbagai sisi, atau sedang mengalami cobaan, ujiaan, musibah dan lain sebagainya. Bahkan karena beratnya tekanan tersebut sampai Tuhanpun menjadi tertuduh!

    Bisa saja Tuhan dianggap atau dikatakan tidak adil, kenapa? Ya, karena yang mendapat ujian atau cobaan kok saya, bukan dia. Kok kami, bukan mereka, kok negara kita, bukan negera mereka dan seterusnya. Nah pertanyaan-pertanyaan demikian nyaris muncul di saat-saat musibah atau cobaan datang.

    Untuk itulah saya tulis tujuh butir mutira kehidupan ini, semoga bermanfaat dan dicatat menjadi amal olehNya. Apa itu? Mari kita coba membedah tujuh butir mutiara kehidupan ini, satu demi satu.

    Pertama: Allah tidak akan membiarkan umat yang beriman terus menerus dalam keadaan yang mereka alami( Al Imron : 179) Ayat ini mengajarkan hidup yang optimis, apapun yang terjadi, apapun ujiannya. Mengapa? Ya karena Allah akan memberikan jalan keluarnya, betapapun berat tantangan hidup ini.

    Hidup memang seperti gerak gelombang yang naik turun atau sperti roda pedati yang terus berputar, suka atau tidak suka, suatu saat kita berada di atas, suatu saat kita berada di bawah. Di saat di atas kita bersyukur, saat di bawah kita bersabar sambil terus berjuang agar kembali di atas, begitu seterusnya.

    Kadang memang, terasa pertolongan Allah begitu lama, pedahal terasa himpitan hidup begitu keras menekan, hingga diri kadang-kadang bertanya, kapan pertolongan Allah datang? Apa lagi kalau melihatnya dari sisi suatu bangsa, ini lebih lama lagi, coba saja lihat bagaimana bangsa kita membebesakan diri dari masa penjajahan Belanda dan Jepang, tak kurang dari 350 tahun, baru kita bisa merdeka! Faktanya kita baru merdeka 65 Tahun! Lebih lama di jajahnya dibanding merdekanya.

    Begitu juga perjuang bangsa Palestina sekarang ini, sejak tahun1948 Palestina di jajah Israel, sampai saat ini, mereka, rakyat Palestina, banyak yang hidup di pengusian-pengunsian. Kapan pertolongan Allah datang? Ya terserah Allah, Allah lebih mengetahui apa yang akan Dia kerjakan dan kapan Dia memberi pertolongan pada suatu bangsa atau pada suatu diri ketika mengalami ujian atau cobaan. Tugas setiap pribadi adalah terus menerus berjuang memperbaiki hidupnya dari hari ke hari, itulah sikap optimis dari kandungan ayat di atas.

    Kedua: Allah menjamin kemenangan bagi orang yang berjihad dalam agamaNya. Kalau dia gugur Allah akan memasukannya ke dalam syurga( HR Bukhori ) Dalam sabada nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori ini ada kata jihad, yang sering diartikan salah oleh kaum orientalis dan oleh orang-orang yang entah apa alasannya sangat membenci Islam atau takut kepada Islam (phobia terhadap Islam) Jihad diartikan perang!

    Padahal kata jihad berarti berjuang sungguh-sungguh. Jadi siapapun yang berjihad atau berjuang sungguh-sungguh akan mendapatkan hasilnya. Seperti pepatan bahasa arab: “Man jadda wajada” siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil! Ya tak ada sebuah keberhasilan apapun namanya, yang tidak diperjuangkan sungguh-sungguh.

    Tak ada kesuksesan dari hasil bertopang dagu atau berleha-leha, contoh sederhana saja, mana ada orang yang sukses menulis tanpa mengetik, tanpa berpikir, tanpa berjuang, tanpa membaca, tanpa menambah wawasan, tanpa dialog atau diskusi dan lain sebagainya. Itu baru menulis biasa, belum membuat buku, novel, apa lagi sebuah karya ilmiah, wah itu lebih repot lagi, lebih harus bersungguh-sungguh mencari datanya.

    Nah kembali ke hadist di atas, siapapun yang berjihad atau berjuang sungguh-sungguh demi agamanya, bila dia gugur, akan dimasukan ke dalam syurga, asal niatnya mencari ridho Allah, bukan karena yang lainnya. Jadi jihad bukan hanya dalam peperangan, apa lagi untuk kasus Indonesia, negara yang damai ini, loh mau perang sma siapa? Kalau ada penjajah lagi, atau Belanda dan Jepang datang lagi untuk menjajah kita, misalnya, ayo mari sama-sama berjuang, sama-sama berjihad melawan penjajah dalam bentuk apapun!

    Ketiga: Jika kamu mati tidak meninggalkan apa-apa, maka buat apa kamu dilahirkan?( Syaripudin Zuhri ) Loh kok Syaripudin Zuhri? Iya itu nama penulis, Motto hidup itu original, kata-kata lahir bertahun-tahun lalu, tepatnya setelah menjalani hidup di negara orang, Rusia.

    Dengan kata-kata tersebut, penulis ingin mengajak anda semua, mari kita berbuat sesuatu, betapapun kecilnya perbuatan tersebut. Kalau mau menulis, ya menulislah, walau hanya satu kalimat sekalipun. Kalau mau berdakwa, ya sampaikan walau hanya satu ayat.Pokoknya, apapun yang anda bisa kerjakan, kerjakanlah!

    Aduh gimana nanti kata orang? Loh mengapa? Mengapa takut dengan penilaian atau kritikan orang lain? Bukanah malah bagus dikritik orang lain, bukankah orang lain baik hati telah mengkriktik kita, menunjukkan kesalahan kita, jangan-jangan malah kebodohan kita sendiri, justru diketahui oleh orang lain.

    Bukankah pepatah mengatakan: Semut di sebrang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tak nampak!” Normal toh, kalau yang kelihatan orang lain justru memang kesaalhan kita, sebagimana kita sering melihat kesalahan orang dibandingkan kebaikkannya?
    Walau memang kritikan orang lain terkadang kasar, bahkan vulgar! Loh kenapa takut? katakan: “Siapa takut?”

    Ibarat perjuangan, kita itu belum diapa-apakan oleh pengkritik kita, oleh”musuh” kita, baru kata-kata saja, belum sampai digantung, di pancung, di tembak, di bunuh, di cincang, di salib, di penjara, di buang dan lain sebagainya, seperti para tokoh-tokoh pembawa kebenaran! Jadi mengapa takut di kritik terhadap perbuatan atau tulisan kita? Mari tinggal sesuatu untuk kehidupan, apa lagi sarananya sekaang begitu banyak.

    Kita boleh mati, usia manusia hanya pendek sekali, tapi kata-kata, pemikirannya, karyanya bisa”mengabadi” Lihat saja para tokoh dunia, mereka sudah tak ada di sunia, ada yang sudah ribuan tahun lalu mati, tapi karyanya masih di baca orang, karyanya mereka masih ada! Jadi, jika anda mati tidak meninggal apa-apa, maka buat apa anda dilahirkan?

    Pertanyaan itu diajukan juga buat penulis sendiri! Mari kita berbuat sesuatu untuk hidup dan kehidupan ini, kita diciptakan olehNya bukan tanpa tujuan, bukan sesuatu yang sia-sia, ingat, kita adalah Khalifah di muka bumi!

    Keempat: Mulai sekarang Aku akan melakukan karya besar. Berjuang terus rohku, berjuang teruslah diriku!( Kahlil Gibran) Nah ini kata-kata ” Sang Nabi ” Sebuah karya Khalil Gibran yang tak akan dilupakan sejarah hidup manusia. Kahlil Gibran, dengan kata-katanya itu seakan memompa spirit hidup kita, ayo buat sebuah karya besar, ayo terus berjuang, berjuanglah terus wahai para diri, jangan menyerah, jangan mundur, jangan berpangku tangan, jangan berleha-leha saja! Kapan mulianya? Sekarang ini, hari ini, saat ini juga, detik ini juga, ayo berbuat sesuatu!

    Untuk sesuatu kabaikan jangan di tunda-tunda, kalau berbuat jahat silahkan tunda selamanya. Ayo berbuat sesuatu yang positif, mulai sekarang! Coba lihat kata Gibran itu, mulai sekarang! Jangan besok besok, sekarang juga, hari ini juga, saat ini juga, detik ini juga! Loh apa yang saya perbuat?

    Aduh gimana sih? Berbuat saja masih bertanya? Kan bisa mengetik, bisa menulis, bisa menelpon, bisa membantu orang lain, bisa berdzikir, bisa berdoa, bisa kuliah, bisa sekolah, bisa belajar apa saja dan dimana saja, mau melukis, mau menari, mengukir, berdagang kecil-kecilan, jadi pemulung, sopir, atau apa saja, yang penting berbuat dulu, kerjakan dulu, hasilnya nanti, berproses dulu.

    Jangan lupa, ribuan kilometer perjalanan dimulai dari satu langkah, ribuan bahkan jutaan judul buku di mulai satu kata, ribuan ayat Qur’an dimulai dari Iqro, bacalah! Banyak misal lainya untuk berbuat sesuatu. Jangan ragu untuk melangkah walau satu langkah, jangan ragu menulis, walau hanya satu kalimat, jangan ragu menyampaikan dakwah walau hanya satu ayat begitu seterusnya. Kapan mulianya? Aduh… kok di tanya lagi ? Ya mulai sekarang! Sudah, jangan di tanya lagi, jangan di tunda-tunda lagi, perbuatlah yang anda bisa dan mampu!

    Kelima: Manislah setitik embun yang dikumpulkan oleh tangan sendiri( Muhammad Iqbal ) Tokoh dari Pakistan ini juga telah memberikan semangat kemandirian yang luar biasa, jangan tergantung pada apa dan siapapun. Ayo kumpulkan “embun” dari tanganmu sendiri!

    Embun di situ punya arti yang sangat luas, bisa karya, pekerjaan, buku, novel, kreasi dan lain sebagainya. Ya, mungkin anda juga mengalami sendiri, ketika, misalnya karya anda sendiri, karya tulis anda sendiri, atau artikel anda sendiri, bukan hasill copas, dibaca orang, ada rasa bahagia di hati.

    Apapun namanya kalau hasil karya atau keringat sendiri terasa lebih nikmat, rumah sendiri yang dibangun sekian tahun secara bertahap, bila sudah selesai terasa lebih nikmat tinggal di dalamnnya. Komputer butut hasil kejuaran menulis akan terasa sejarahnya, di banding laptop baru dikasih bos, misalnya. Ibu-ibu ketika menyajikan makanan hasil masakan sendiri, lebih terasa nikmatnya, dibandingkan beli diwarung, walau yang satu ini relatif.

    Yang jelas maksud Iqbal adalah berbuatlah sesuatu, yang sesuatu itu adalah buatan sendiri, karya sendiri, bukan buatan orang lain atau karya orang lain, apa lagi karya orang lain, yang diakui karya sendiri, akh itu sih plagiat! Orang yang mengakui karya orang lain menjadi karyanya sendiri, sudah membohongi dirinya sendiri, orang lain tak tahu, tapi hatinya sendiri tak bisa dibohongi, apa lagi Tuhan! Makanya benar sekali kata Iqbal:” Manislah embun yang di kumpulkan tangan sendiri!”

    Keenam: Tuhan tidak akan meninggalkan kita sendirian( M Natsir ). Kata-kata ini sangat cocok buat para perantau ke manapun dia pergi. Jangan takut wahai para perantau, kau tidak sendirian, ada Tuhan bersamamu!

    Biasakan para perantau, baik yang mencari kerja, kuliah, sekolah dan lain sebagainya yang harus meninggalkan kampung halamannya ke daerah, kota atau negara lain! Yang mungkin saja ketika tiba di tempat yang dituju, apa lagi ke luar negeri, yang beda semuanya, ya bahasanya, kulturnya, kebiasaanya, adat istiadatnya dan lain sebagainya dan cap baru yang otomatis diterimanya yaitu orang asing!

    Nah sebagai orang asing di suatu daerah, kota atau negeri, terasa merasa sendirian, tak ada sanak keluarga, teman dan handai tolan, nah di saat itulah kata-kata M Natsir ini begitu memberi semangat dan motivasi, jangan takut, Tuhan tidak akan meninggalkan kita sendirian! Nah saya tambah kata-kata tersebut : Di sini ada Tuhan, di sana ada Tuhan, di mana-mana ada Tuhan, mengapa takut dan ragu?

    Inilah modal sang perantau hidup di tempat asing, hidup sebagai orang asing. Perantau yang memegang pedoman hidup ini, tak akan takut hidup di manapun jua! Apa lagi kalau mempunyai kesadaran tinggi bahwa Dimanapun berada tetap bumi Allah! Loh iya, di manapun kita berada, kita tatap berada di bumi Allah juga, jadi mengapa mesti takut? Kan Dia Maha Memberikan Pertolongan pada hambaNya yang beriman.

    Ketujuh: Apa yang diberikan Allah Sekarang ini padamu, itulah yang terbaik buatmu! Kata ini saya dengar dari penceramah kondang beberapa tahun lalu, ini sebuah pernyataan yang sangat menarik yang perlu menjadi bahan renungan kita semua.

    Dengan mutiara ketujuh ini seakan kita dibuat untuk menjadi manusia yang pandai bersyukur pada apapun yang sedang kita kerjakan saat ini, atau apapun yang sedang kita jalani selama ini, atau sendainya kita pindah-pindah pekerjaanpun, kita tetap merasa yang terbaik, walau bahkan pekerjaan yang sedang kita jalani sekarang, mungkin dianggap “sebelah mata” atau direndahkan oleh orang lain.

    Jadi apapun kita saat ini, itulah yang terbaik menurut Allah untuk kita, tak berlaku buat pekerjaan yang tak diridhoi Allah atau sesuatu yang berbau maksiat! Kalau yang maksiat atau yang tak halal, malah itu yang terburuk menurut Allah untuk mereka!

    Jadilah orang yang pandai bersyukur, orang yang pandai bersyukur akan merasakan apapun yang baik saat ini, itulah yang terbaik menurut Allah untuknya. Dia akan bersyukur walau misalnya hanya punya mobil butut, karena ada orang yang hanya punya motor, yang punya motorpun bersyukur, karena ada orang yang punya kendaraan hanya sepeda, yang punya sepedapun bersyukur, karena ada orang yang sepedapun tak punya, yang tak punya sepadapun masih bersyukur karena masih sehat, yang sehatpun masih bersyukur walau tak punya apa-apa, karena ada orang yang sakit, yang sakitpun masih bersyukur karena ada orang sakit kemarin sekarang sudah meninggal!

    Demikian, semoga dengan tujuh butir mutiara kehidupan yang sudah saya paparkan di atas, kita tidak lagi menuduh Tuhan yang bukan-bukan, apa lagi menududh Tuhan dengan hal-hal yang di luar batas keimanan, walapun Tuhan tidak akan pernah marah diprotes oleh makhlukNya.

    Jangankan diprotes, tak diakui oleh ciptaanNya-pun, Dia tak marah dan tetap menyayangi ummatNya, dengan tetap memberikan rezeki, walau pada orang kapir sekalipun atau tetap memberikan rezki walau kepada orang yang athies, yang tak mengakui keberadaanNya.

    Nah coba, kalau kepada orang-orang kapir atau orang athies saja Tuhan sayang kok, masa kepada orang yang beriman Tuhan murka? Kalau Tuhan memberikan cobaan atau ujain, dengan musibah, itu bukan Tuhan murka, tapi tanda kasih sayang Tuhan pada orang beriman, makanya di uji dan d icoba, benar tidak imannya? Benar tidak pengakuan keimanannya? Wah, lain waktu kita bahas yang satu ini.

    Sekian, terima kasih atas perhatinnya.

    ==============================
    kumpulan cerita humor lucu – kisah perawan cantik – cerpen humor lucu

  3. kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
    ——————————————–

    Daftar Karyawan

    Dari pengalaman di sebuah perusahaan kontraktor bangunan, orang-orang dengan nama seperti di atas mengalami nasib apes. Selain jabatannya seadanya, namanya pun ditambah-tambahi oleh divisi personalia sehingga menjadi tampak sesuai dengan jabatannya. Namun, nama baru dengan tambahan itu sungguh memalukan.

    Simaklah….

    DAFTAR KARYAWAN PT DISSEL LIPIN

    1. Sopir: Bpk. Dicky Bullin

    2. Montir Lapangan: Bpk. Diman Fa’atin

    3. Sekretaris: Ny. Dina Ikin

    4. Kasir Kantor Pusat: Bpk. Dipo Rottin (waktu masih bayi orangtuanya memberi nama:
    Dipo Pokkin)

    5. Cleaning Service I: Sdr. Dicker Jain

    6. Cleaning Service II: Sdr. Dibo Ongin

    7. Security: Sertu (Purn) Dipo Tongin

    8. Waker Malam: Kopda (Purn) Didi Amin

    9. Kasir Lapangan: Sdr. Dimas Sukin

    10. Kurir Luar Kota: Sdr. Dicky Rimin

    11. Penjaga Gudang: Bpk. Dicky Rain

    12. Kepala Seksi Catering: Ny. Ditta Ngisin

    13. Siswi Magang Bagian Catering: Nn. Ditty Durin

    14. Asisten Catering: Nn. Ditta Nyain

    15. Asisten Purchasing Lapangan: Nn.Ditta Bokin

    16. Asisten Urusan Supply: Sdr. Dino Dain

    17. Clerk Personalia Lapangan: Ny.Dian Cemin

    18. Siswi Magang Bagian Admin: Nn.Dian Tarrin

    19. Siswi Magang Bagian Akunting: Nn. Dian Nuin

    20. Teman sekantor Aryantha bagian pipa Ir. DiGedein

    ——————————————–
    kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
    ——————————————–

    Bu Guru dan Murid

    Di kelas 1 sebuah Sekolah Dasar sedang ada absen kelas…

    Guru: “Nana Yuliani!”

    Nana: “Saya, Bu!”

    Guru: “David Hutagalung!”

    David: “Saya, Bu!”

    Guru: “Tono Surtono M!”

    Tono: “Saya, Bu!”

    Guru: “Tono, tolong sini sebentar…”

    Tono: “Kenapa, Bu Guru?”

    Guru: “Ibu agak nggak suka sama nama kamu. Kalo udah Tono, jangan pake Surtono lagi. Jadinya aneh. Bilangin itu ke bapak kamu, ya!?”

    Tono: “Iya, Bu!”

    Guru: “Ngomong-ngomong, M-nya itu singkatan dari apa?”

    Tono: “Martono, Bu!”

    ——————————————–
    kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
    ——————————————–

    King-Kong….

    Mengapa King Kong digunakan untuk nama Kera atau Monyet
    Raksasa ?

    Mengapa tidak digunakan nama Great Ape, King Monkey, Giant
    Ape,
    Giant Mongkey atau yang lainnya ?

    Menurut ahli bahasa, kata King Kong berasal dari bahasa
    Inggris dan
    bahasa Latin, yang artinya Raja Monyet. King artinya Raja
    (bahasa
    Inggris) dan Kong artinya Monyet (bahasa Latin).

    Berikut adalah kata-kata yang terkait dengan Kong :

    1. Kong Kali Kong :
    Artinya banyak Monyet ! Bayangin , Monyet dikalikan dengan
    Monyet !

    2. Kong Res (Kongres) :
    Artinya Monyet Ngumpul ! Res singkatan dari Residu, sisa
    yang terkumpul.

    3. Kong Kow :
    Artinya, Monyet Gaul ! Kow dari bahasa Mandarin non-formal
    yang artinya
    main, bergaul atau ngerumpi.

    4. Ngong Kong :
    Artinya Monyet Jongkok ! Ngong artinya duduk atau Jongkok
    dalam bahasa
    Sanskerta.

    6. Kong Lomerat :
    Artinya Kumpulan besar Monyet ! Glomerat artinya
    menggelinding menjadi
    bola yang besar.

    7. Kong Si (Kongsi) :
    Artinya Empat Monyet pengusaha ! Si adalah bahasa Mandarin
    artinya
    empat.

    8. Cu Kong :
    Monyet banyak duitnya ! Cu artinya banyak duit menurut
    bahasa
    Mandarin kuno yang sudah kadaluarsa.

    9 . Eng Kong :
    Artinya Mbahnya Monyet !

    10. Sing Kong :
    Akar umbi ngumpet dalam tanah, takut ama monyet !
    Sing = singitan (bhs Jawa) = ngumpet.

    11. Bo Kong :
    Bagian tubuh belakang monyet di bagian bawah yang
    kelihatan
    bengkak. Bo = aboh (bahasa Jawa) = bengkak.

    13. Jerang Kong :
    Kerangka monyet ! Jerang = tulang belulang menurut
    bahasa antah
    berantah.

    14. Bang Kong :
    Monyet bangun kesiangan ! Bang = singkatan dari bangun.

    ——————————————–
    kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
    ——————————————–

    Kisah Derita Djie
    Sebut saja namaku Djie…

    Dan aku masih ingat ketika seorang ibu mendandaniku sehingga tampak sangat cantik sekali.

    Kisah sedihku ini dimulai ketika seorang dengan wajah seram datang ke tempatku dengan mulut bau minuman, dengan suara serak meminta dengan paksa supaya aku ikut dengannya.

    Kulihat dia menyelipkan uang ke tangan ibu yang menjagaku sambil menyeringai memperlihatkan deretan gigi yang hitam-hitam menjijikan. Tapi apa dayaku sehingga aku pun terpaksa ikut dengannya meski entah apa yang terjadi pada diriku ini.

    Aku memang lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya. Dibawanya aku pergi sehingga tak berapa lama kudengar dari kejauhan suara cekikikan wanita-wanita. Semakin dekat dengan tempat itu, aku melihat ada 4 orang laki-laki ditemani wanita-wanitanya sambil minum-minum. Ahhh minuman keras lagi?

    Orang yang membawaku masuk dalam kumpulan orang-orang itu yang ternyata temannya, sambil memandangi diriku dengan penuh nafsu dan kelihatannya aku mau dimakan hidup-hidup. Tiba-tiba tangannya menyentuh diriku. Merabaku sehingga tak ada lagi di seluruh tubuhku yang tidak dijamahnya aku tak bisa berkata apa-apa.

    Dan sekali lagi aku memang lemah serta tak punya kekuatan untuk menolak tingkah laku orang ini. Melihat apa yang dilakukannya pada diriku, keempat temannya ternyata tidak tinggal diam. Sambil teriak-teriak “Aku mau, aku mau donk…!!!”

    Akupun juga mengalami perlakuan yang paling menyedihkan, akhirnya secara bergiliran mereka pun menjamahku dari ujung ke ujung dengan penuh kepuasan dan bukan itu saja yang mereka lakukan mereka mulai mengulum dan menghisap ujung tubuhku. Tapi tetap saja aku tidak berontak karena aku lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya.

    Aku begitu lemah, sehingga perlakuan keji mendatangiku berkali-kali hanya demi sebuah kepuasaan sesaat, hanya aku biarkan saja.

    Dan itu pun masih terjadi sampai saat ini.

    Catatan: Pada saat orang itu memaksaku pergi, dia memanggil nama lengkapku Djie Sam Soe isi 12 batang. Serius amat bacanya, hehehe…

    ——————————————–
    kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
    ——————————————–

    Mengapa ayam menyebrang jalan?
    Jika ada Pertanyaan:
    Mengapa Ayam Menyebrang Jalan?

    Jawaban menurut:

    Guru TK:
    Supaya sampai ke ujung jalan.

    FBI:
    Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

    Aristoteles:
    Karena merupakan sifat alami dari ayam.

    Martin Luther King, Jr.:
    Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

    Freud:
    Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

    George W Bush:
    Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!

    Darwin:
    Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

    Einstein:
    Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.

    Nelson Mandela:
    Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!

    Thabo Mbeki:
    Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.

    Isaac Newton:
    Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

    Miyabi:
    Ooohh… Aahhh… Yeeahh… Mmmhhh…

    Programmer Oracle:
    Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.

    Sutiyoso:
    Itu ayam pasti ingin naik busway.

    Soeharto:
    Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumikan saja.

    Habibie:
    Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.

    Nia Dinata:
    Pasti mau casting ‘30 Hari Mencari Ayam’ ya?

    Desi Ratnasari:
    No comment!

    Dhani Ahmad:
    Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga…

    Chinta Laura:
    Ayam nyebrang jhalaan..? karena gak ada owject…biecheeck. …

    Julia Perez:
    Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana laahh… Cape khan pake alat bantu terus?

    Roy Marten:
    Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil
    sesenggukan) .

    Butet Kartaredjasa:
    Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

    Megawati:
    Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

    Harmoko:
    Berdasarkan petunjuk presiden.

    and the best answer is:

    Gus Dur :
    ‘Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot!

    ——————————————–
    kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
    ——————————————–

    Peti kuburan

    Toni dan Joni adalah dua orang sahabat yang sama2 berprofesi sebagai dokter. Toni seorang dokter gigi sedangkan Joni dokter tulang.

    Suatu hari teman mereka yang bekerja sebagai dokter jantung meninggal. Untuk mengenang jasanya,dia dibuatkan peti berbentuk jantung. Setelah upacara pemakaman berlangsung khidmat, lalu akhirnya dikuburkan.

    Satu minggu kemudian teman mereka yang berprofesi sebagai dokter mata meninggal juga. Untuk mengenang jasanya maka dia dibuatakan peti berbentuk mata. Setelah upacara pemakaman lalau akhirnya peti dikuburkan.

    Toni melihat seseorang yang terus menangis di depan kuburan kedua dokter itu. Toni kemudian mendekati orang itu dan menghiburnya

    “Sudah,sabarlah. Ini semua sudah merupakan takdir dari Tuhan. Nggak mungkin bisa kita tolak.” Kata Toni

    Orang itu menjawab “Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan padamu. Sebenarnya saya ini juga merupakan seorang dokter.”

    “Oh,betulkah? memang anda berprofesi sebagai dokter spesialis apa?” tanya Toni

    Sambil pergi meninggalkan Toni,dari kejauhan orang itu menjawab “Spesialis kelamin.”

    ——————————————–
    kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
    ——————————————–

    Sepatu buaya

    Joni pergi ke sebuah toko yang terkenal menjual sepatu buaya paling bagus. Joni kemudian bertanya harga sepatu itu kepada penjualnya

    Joni: “Mas,sepatu buaya tuh satu pasangnya berapa?”
    Penjual: “Sepatu ini satu pasang harganya 10 juta rupiah.”
    Joni: “ANJRITT MAHAL AMAT!!!”
    Penjual: “Mau murah? tangkep aja buayanya sendiri!”
    Joni: “Betul juga luh! gw tangkep aah…”

    10 menit kemudian si penjual sepatu penasaran apakah si Joni beneran mau nangkep tuh buaya. Dia lalu pergi untuk mencari Joni

    Saat melewati ladang buaya,si penjual terkejut banyak buaya-buaya yang mati. Benar saja,ternyata di dalam ladang buaya itu ada Joni sambil membawa senapannya.

    Joni memeriksa kaki-kaki para buaya itu. Dengan kesal Joni berkata “Sialan! buaya yang ini juga nggak pake sepatu!”

    http://indolucu.blogspot.com/

    ——————————————–
    kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu

  4. kumpulan cerita humor lucu – kisah humor lucu – cerpen humor lucu
    ==============================

    kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
    ——————————-

    ===========================================

    bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, membaca status2 islami, silahkan add FB:

    ust.ipoenk@yahoo.com ,
    yani-imout@hotmail.com ,
    assalafy.abdullah@yahoo.co.id ,
    arios6home@gmail.com ,
    iz_chech@yahoo.com ,
    bagas_rara@yahoo.co.id ,
    ainuamri2@gmail.com ,
    dameyra@yahoo.com
    eone_cakep50@yahoo.com

    dameyra@yahoo.com

    ==============================================

    99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

    01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
    02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
    03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
    04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
    05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
    06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
    07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
    08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
    09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
    10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
    11. Jangan tamak kepada harta;
    12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
    13. Jangan hancur karena kezaliman;
    14. Jangan goyah karena fitnah;
    15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
    16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
    17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
    18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
    19. Jangan sakiti anak yatim;
    20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
    21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
    22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
    23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
    24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
    25. Biasakan shalat malam;
    26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
    27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
    28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
    29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
    30. Jangan marah berlebih-lebihan;
    31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
    32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
    33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
    34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
    35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
    36. Jangan percaya ramalan manusia;
    37. Jangan terlampau takut miskin;
    38. Hormatilah setiap orang;
    39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
    40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
    41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
    42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
    44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
    45. Perbanyak silaturrahim;
    46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
    47. Bicaralah secukupnya;
    48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
    49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
    50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
    51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
    52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
    53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
    54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
    55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
    56. Cintai keluarga Nabi saw;
    57. Jangan terlalu banyak hutang;
    58. Jangan terlampau mudah berjanji;
    59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
    60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
    61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
    62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
    63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
    64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
    65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
    66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
    67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
    68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
    69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
    70. Jangan melukai hati orang lain;
    71. Jangan membiasakan berkata dusta;
    72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
    73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
    74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
    75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
    76. Jangan membuka aib orang lain;
    77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
    78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
    79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
    80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
    81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
    82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
    83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
    84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
    85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
    86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
    87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
    88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
    89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
    90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
    91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
    92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
    93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
    94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
    95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
    96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
    97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
    98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
    99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang

    “Sebarkanlah walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW) “Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Surah Al-Ahzab:71)

    http://khilafahislamiyah.wordpress.com/

    Resep patah hati

    Kalo kamu sudah terlanjur patah hati, karena diputusin sama pacar atau mutusin pacar setelah baca buletin ini (Amiin!). Atau karena lamaranmu ditolak oleh akhwat atau ikhwan yang kamu incer, jangan gelap mata, keep positive thinking. Seperti kata iklan tipi, ambil enaknya aja ya. Kamu masih bisa memilih apa yang akan kamu lakukan kemudian. Dan itu terserah kamu, positif atau negatif.

    Kita ngasih alternatif, kalo obat hati itu ada lima, maka obat patah hati juga ada lima :

    1. Jangan mendramatisir keadaan
    Kalo lagi patah hati, ga perlu terlarut sampe dalem banget. Hindari suasana yang membuat kamu menjadi mellow atau melankolis. Ga usah dulu deh ndengerin lagu-lagu dengan tema patah hati, Patah hati-nya Radja atau Munajat Cinta-nya The Rock. Atau ngelakuin aktifitas lain yang malah bikin sesek hati. Wah, itu sama aja naburin garam sekarung di atas luka. Perih.

    2. Putus asa itu dosa
    Inget bahwa berputus asa itu dosa. Rasulullah SAW bersabda : “Dosa besar itu adalah mempersekutukan Allah, putus asa dari karunia Allah dan putus harapan dari rahmat Allah.” (HR. Al Bazzar dan Thabrani)

    3. Jangan malah menyendiri
    Kamu jangan menyendiri.
    Cari teman-teman yang bisa ngasih masukan dan support yang bisa bikin kita bangkit lagi, bukan yang malah menjerumuskan. Bukannya patah hati malah hilang, malah numpuk kayak TPA sampah.

    4. Perbanyak kegiatan positif
    Bayang-bayang itu semakin sering nongol apabila kita sering bengong. Biar ga sering bengong, kita harus sering bergerak. Lari marathon bisa. Nyangkul di sawah boleh. Atau kegiatan yang paling positif adalah mengaji tentang Islam, dan gabung dengan aktifitas dakwah. Insya Allah bisa ngelupain pahitnya patah hati, karena Islam itu lebih keren dari yang kita duga.

    5. Bersyukur, berusaha dan doa
    Kalau kamu putus dari pacar, itu berarti terbebas dari perbuatan mendekati zina. Kamu harus bersyukur. Kalo memang sudah siap nikah, nikah aja ngapain pacaran. Buktiin kamu serius. Kalo belum siap, ya jangan dipaksain nikah. Buat kamu yang ditolak saat melamar, itu tandanya Allah ngasih tahu bahwa akhwat/ikhwan itu ga matching sama kamu. Anda belum beruntung. Coba lagi. Dan jangan lupa berdoa karena Allah pasti akan kasih jalan keluar yang terbaik buat kamu. Pasti deh! (di)

    Sumber: ISLAMUDA [ http://www.islamuda.com ]

    BERHATI-HATILAH DARI PARA PRIA SERIGALA BERBULU DOMBA (Sebab Mekarmu Hanya Sekali)

    “Tiba-tiba lelaki yang ku kenal baik berubah menjadi buas, aku pun tak berdaya untuk melawan dan… akhirnya kesucianku terenggut.!!!”

    Begitu kutipan dan penggalan pengalaman, sebut saja Bunga, yang hancur masa depannya seoerti dilansir sebuah harian ibukota. Sedih, pastinya begitu. Betapa tidak, kesucian yang dijaga sejak lama yang hanya akan dipersembahkan kepada lelaki yang sudah sah sebagai suami, kini pecah dalam beberapa saat.

    Bunga tak sendiri. Masih banyak Bunga-Bunga lain yang ‘madunya sudah dihisap oleh kumbang jantan’. Ada yang frustasi, tak sedikit pula yang ‘menjual’ diri karena kecewa dengan perlakuan pacar yang tak bertanggung jawab. Seperti yang dialami oleh Kembang (21), sebut saja begitu, seorang mahasiswi di kota kembang yang menjadi pramunikmat di sebuah diskotik. Dara yang berasal dari keluarga berada ini mengaku memberikan kegadisannya kepada lelaki yang ia anggap baik dan berjanji menikahinya. “Karena aku sangat mencintainya, akupun memberikan ‘segalanya’ pada dia, karena janjinya akan menikahiku”, ungkapnya getir.

    Tapi apa yang terjadi? Lanjutnya gusar, “Empat tahun hubunganku dengannya sia-sia saja. Apalagi saat kukatakan padanya, bahwa aku tengah ‘berbadan’ dua, dia pun tak peduli bahkan menyuruhku menggugurkannya. Aku pun menurutinya.” Inikah namanya cinta?

    Survei Membuktikan

    Sebuah penelitian yang sempat menyentak semua kalangan, dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Pusat Pelatihan Bisnis dan humaniora (LSC Pusbih). Hasilnya, hampir 97,5% mahasiswi di Yogyakarta sudah kehilangan keperawanannya. Yang lebih mengenaskan lagi, ternyata semua responden mengaku melakukan hubungan seks di luar nikah tanpa paksaan alias dilakukan suka sama suka. Nah lho…!

    Kita sudah berkali-kali dikejutkan dengan hasil penelitian serupa. Mulai dari penelitian ‘kumpul kebo’ tahun 1984 yang lalu, hingga penelitian sejenis yang banyak dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Hasilnya, membuat kita mengelus dada… betapa rusaknya generasi muda sekarang.

    Kenapa Terjadi?

    Seperti seloroh orang yang pernah menjadi nomor satu di negeri ini, ‘dari mata turun ke hati, dari hati turun ke celana’ sungguh sangat mengenaskan dan benar-benar terjadi. Isyarat mata yang penuh makna mendapat sambutan hangat, saling sapa dan berbincang, berlanjut hingga hati menjadi ‘klik’. Berpisah membuat makan tak enak, tidurpun tak nyenyak. Di benak yang terbayang hanya si dia, lagi-lagi si dia.

    Pertemuan pun berulang kembali dalam tahap mengungkap rasa, ‘nembak’, begitu istilah gaul kawula muda sekarang. Bahagia rasanya bagi sang dara karena yang ditunggu tibalah saatnya, diapun mengangguk setuju untuk ‘jalan bareng’ dalam suka dan duka. Ada rindu menggebu bila tak bertemu, ada cinta yang bersemayam dalam dada. Bila bersua ada kasih yang terukir dalam diri untuk pujaan hati…

    Sudah bisa ditebak, seperti sebuah iklan, kesan pertama begitu menggoda selanjutnya penuh dosa… pegangan bahkan sampai dengan hal yang belum patut untuk dilakukan seperti pengakuan Bunga dan Kembang tadi. Bisa sudah pacaran, istilah gaul jalan bareng, hampa tanpa pegangan, dan maaf… selanjutnya anda pun sudah bisa menebaknya, karena tak pantas kami ungkapkan.

    Islam telah mewanti-wanti agar tidak mendekati zina. Norma yang bersifat pencegahan ini lebih efektif dalam menjaga hal-hal yang tidak baik. Menundukkan pandangan, istilah anak ta’lim ghadul bashar adalah permulaan yang sangat bagus. “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya…” (QS. an-Nuur : 31)

    Memandang pun dilarang, apalagi lebih dari itu. Apakah ada orang yang berpacaran menjaga pandangan? Apakah ada orang yang berpacaran tanpa jalan bareng dan berdua-duaan di tempat yang sepi? Laki-laki mana yang mau pacaran tanpa pegang sana – pegang sini?

    Ketahuilah wahai adikku, jika kalian mencintai laki-laki dengan jalan yang salah, maka akhirnya pun akan salah, menyesal. Laki-laki seperti itu sebenarnya tidak serius dalam menjalin kasih denganmu. Jika memang serius, tentu ia akan masuk lewat pintu resmi sebagaimana yang diajarkan oleh agama kita. Tak mengenal pacaran apalagi jalan bareng. Kebanyakan mereka mengaku pacaran hanya untuk having fun, maka jangan heran bila meninggalkanmu begitu saja setelah ‘madu’ dihisap dan mencampakkan dirimu begitu saja.

    Laki-laki, apalagi pada zaman sekarang, berpikir seribu kali –sekali lagi-, seribu kali untuk memilih pendamping hidup yang tidak perawan dan mana mau menikah dengan wanita yang sudah ‘turun mesin’, istilah gaul anak lelaki sekarang.

    Sementara sekarang sudah banyak remaja putri kehilangan, minimal harga diri. Kalaupun keperawanan masih utuh, yang lain? Karena itu, jagalah harga dirimu, karena mekarmu hanya sekali…!!! (Andita SB)

    http://gugundesign.wordpress.com/2008/04/11/sebab-mekarmu-hanya-sekali/

    ==============================
    kumpulan cerita humor lucu – kisah perawan cantik – cerpen humor lucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s