kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami

kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami
==============================

Doa Untuk Khadimat

Rabu, 09/03/2011 06:00 WIB | email | print

Oleh Silvani

“Madame, is pig your God?” Astaghfirullah… Saya terperanjat mendengar pertanyaan itu. Tapi saya segera sadar, pertanyaan tersebut diajukan oleh khadimat saya, seorang Burma keturunan Nepal, yang beragama Hindu. Tuhannya adalah sapi, karena itu ia tidak makan daging sapi.

Pertanyaan Pi Bunu (Pi dalam bahasa Thai berarti Mbak ) membuat saya tersadar, bahwa khadimat saya belum mengenal Islam. Ya Allah… orang yang begitu dekat dengan saya, seharian penuh ada di rumah saya, tidak menyembah Engkau… Ada tekad kuat dalam hati ini mengenalkan islam pada Pi Bunu.

Saya jelaskan padanya…Tuhan saya hanya satu, yaitu Allah. Kami orang Islam tidak makan babi karena diperintahkan Allah untuk tidak makan babi. perintahNya ini jelas ada dalam kitab suci Al-Quran.

Lain waktu Pi Bunu datang kepada saya membawa sebuah “berita gembira”, “Today is my God’s birthday!” Ujarnya dengan wajah gembira. Astaghfirullah… lagi-lagi saya beristighfar, Tuhan ulang tahun? Berarti Tuhan dilahirkan? Tuhan punya orang tua? Sungguh, Ini bertentangan dengan ajaran Islam, kita tahu betul bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan (Q.S Al Ikhlas).

Kapan Tuhan Ibu ulang tahun? Tanya khadimat saya kemudian. Ah pertanyaan yang kunanti-nantikan. Saya jelaskan dengan lembut padanya, bahwa Allah tidak dilahirkan. Allah tidak pula mempunyai anak. Dialah Yang Awal, yang Akhir… tidak ada sesuatu yang setara dengan Allah.. Sepertinya Pi Bunu mencoba memahami penjelasan saya, ia termenung.

Di hari Sabtu Pi Bunu sering meminta ijin kepada saya untuk pulang cepat karena dia hendak pergi ke kuil intuk beribadah. Hati ini sungguh berat ketika mengijinkannya. Bukan, bukan karena saya merasa jam kerjanya di rumah saya jadi berkurang, tapi dengan memberi ijin padanya, seakan saya mendukungnya untuk beribadah kepada selain Allah! Saya tanyakan padanya, apa yang diperbuatnya di kuil? Memberi makanan untuk Tuhan berupa buah-buahan, jawabnya. Akan saya terangkanpadanya cara orang Islam beribadah… janji saya dalam hati.

Alhamdulillah, kesempatan itu datang, waktu itu selepas saya sholat Zuhur, Pi Bunu menghampiri saya, “Madame, why were you crying when you were praying?” Tanyanya padaku. Rupanya dia memperhatikan saya ketika saya menunaikan sholat Zuhur tadi. Dengan hati-hati saya uraikan… Sholat adalah ibadah kepada Allah, kita menghadapNya.

Saya melakukan gerakan sujud, menyungkurkan kepala, sebagai tanda saya merendahkan diri di hadapan Allah…Ketika menghadapNya sungguhsayamerasa sangat rendah, karena itu saya menangis…Saya tidak punya apa-apa, karena semua adalah dari Allah, semua yang saya miliki adalah milikNya, Dialah yang Maha Kaya. Makanan yang saya makanpun dariNya, Allahlah yang memberi saya makanan, bukan sebaliknya…

Bukan masalah tauhid saja, saya berusaha mengenalkan Islam kepada Pi Bunu dengan perilaku saya sehari-hari. Ingin saya tunjukkan padanya bahwa Islam adalah agama yang sungguh indah. Saya tidak pernah memarahi Pi Bunu. Saya juga katakan bahwa saya tidak mau dia kelaparan.

Dia boleh makan makanan yang ada di rumah, karena dalam Islam sungguh saya berdosa bila dia mencium aroma makanan, tapi saya tidak memberinya makanan itu. Pi Bunu mengangguk senang.

Pembaca… Cerita saya di atas adalah upaya saya untuk mengenalkan Islam kepada Pi Bunu. Saya sayang kepada khadimat saya, tidak ingin nantinya dia termasuk ke dalam golongan yang merugi. Saya sadar sepenuhnya bahwa sebaik-baik pemberi petunjuk adalah Allah Swt. Allah yang menguasai hati setiap manusia, Allahlah Sang Maha Pembolak-balik hati.

Karenanya, kuselipkan nama Pi Bunu dalam doa, semoga Pi Bunu memperoleh hidayah Allah… hidayah yang akan mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya ilahi. Yaa Allah, Yaa Rabb… Sujud syukurku kepada Engkau, telah Engkau anugerahkan hidayah islam dan iman kepadaku… Ya Allah…berikan aku hidayah-Mu, agar aku senantiasa menjaga dan menjalankan agama yang indah ini dengan sebaik-baiknya. Amiin Yaa Rabbal alamiin..

Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmatKu bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”(Q.S Al Maidah :3)


Wallahu ‘alam bishshawaab. Bangkok, 7 Maret 2011.

==============================
kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami

About these ads

About sesungguhnya pacaran dan musik itu haram hukumnya ( www.jauhilahmusik.wordpress.com , www.pacaranituharam.wordpress.com )

pops_intansay@yahoo.co.id
This entry was posted in cerita eramuslim.com. Bookmark the permalink.

5 Responses to kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami

  1. kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami
    ==============================

    Surat Untukmu Nak, “Engkau Adalah Harapan”
    Selasa, 08/03/2011 13:54 WIB | email | print

    Oleh Hanif Sang Pemberontak Suci

    Untuk calon anakku yang belum tahu dari rahim wanita mana engkau akan lahir dan melihat dunia, nak kutulis surat ini kepadamu agar engkau tahu bahwa aku juga seperti calon ibumu yang mungkin juga merindukan kehadiranmu, insya Allah.

    Nak, besar harapan ayahmu ini kepadamu, agar kelak bila engkau hadir di dunia mampu mengetarkan istana kesyirikan dan tiran yang telah menindas Umat Islam, di manapun mereka berada. Melawan mereka dengan teman atau sendirian, walau engkau harus menebus itu semua dengan kematian.

    Nak, walau nantinya ayahmu ini tidak mampu memberikan kasih-sayang seperti ibumu berikan, tapi yakinlah semua yang ayah lakukan adalah agar engkau mendapatkan yang terbaik, agar engkau menjadi manusia seutuhnya.

    Nak bila engkau telah hadir di dunia, ayah ingin mengatakan kepadamu seperti Luqman Hakim menasehati anaknya yang di abadikan oleh Allah SWT dalam kalamNya yang suci. Ku tulis lagi nak kata-kata Luqman kepada anaknya agar engkau bisa mengambil pelajaran darinya, agar engkau meneladani mereka yang namanya telah melambung tinggi ke langit dan mengharumkan diri dengan keteladanan.

    “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah). Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar’.”

    (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui’.

    “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

    “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

    “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

    Nak, mungkin kata-kata di atas yang dapat ayahmu berikan kepadamu, karena ayahmu ini tidak punya dunia dan tahta untuk diwariskan kepadamu kelak, namun ayah yakin bila engkau meneladani perkataan Luqman Hakim kepada anaknya, semua bangsa-bangsa akan tunduk di bawah kakimu dan dunia dalam gengaman tanganmu, tapi ayah berharap bukan itu tujuan hidupmu, ada tujuan yang lebih mulia daripada kenikmatan dunia yaitu kampung surga yang kekal abadi dan bertetangga bersama Rasulmu kelak di sana.

    Itu saja nak harapan ayah kepadamu, mungkin terlalu berlebihan dan berat bagimu, tapi ayah yakin setiap manusia pasti berproses dalam menuju kesempurnaan walau harus mengorbankan semua yang dimiliki dan dicintai, dan ayah yakin engkau bisa melaluinya bila ikhlas hanya mengharap wajahNya yang mulia.

    Mungkin untuk hal-hal yang lain ibumu lebih tahu daripada ayahmu ini, karena bagaimanapun jua, ayah tidak bisa setiap waktu ada di sampingmu dan menemani dalam melewati hari-harimu di dunia, ada yang membuat ayah akan selalu di luar rumah hingga intensitas pertemuan kita mungkin tak sebesar engkau bersama ibumu.

    Satu lagi nak, bila suatu saat ada sesuatu terjadi pada ayah, engkau harus tabah, jaga ibumu dengan baik, taati dia dan jangan buat dia bersedih. Dan bila ayah tidak kembali ke rumah untuk selamanya itu bukan karena ayah tidak hirau dengan ibumu dan engkau tapi ini adalah panggilan yang ayah sudah berjanji bila masa itu telah tiba tidak akan menunda walau sedetikpun dalam menyambutnya.

    Semoga pertemuan kita dipercepat oleh Allah SWT, agar Rasulullah SAW membanggakan ayah kelak karena punya banyak keturunan yang patuh dengan sunnahnya tanpa ada pertanyaan dan bantahan.

    Dan surat yang amat sangat sederhana ini ayah tulis untukmu agar kelak bila engkau membacanya agar tahu betapa ayah sangat mencintaimu dan banyak berharap kepadamu.

    Dari ayahmu yang sangat ingin melihat engkau kelak menjadi pejuang yang tegar di jalan tauhid dan jihad.

    Hanif Abdullah
    Redaktur Majalah Online
    ansharullah.com

    ==============================
    kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami

  2. kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami
    ==============================

    Merawat Cinta di Paruh Baya
    Selasa, 08/03/2011 05:54 WIB | email | print

    Oleh M .jono AG

    Ada yang menarik ketika salah satu sahabatku di Bogor dalam status Facebook-nya menulis “Menapaki jalan kenangan bersama suami, ya Allah berikanlah saya kekuatan untuk terus bisa mendampinginya ….”

    Komentar dari ‘jamaah facebookiyah’ begitu kami sering menyebutnya langsung beragam. Maklum tulisan itu di-release pada Sabtu malam. Ada yang komentar: “ayo lanjut…”. Ada lagi yang komentar: “selamat bermalam mingguan…” Ada juga yang sambil bercanda: “wuiih kayak anak muda aja?!”

    Akupun tersenyum membaca komentar mereka. Memang benar dari sisi usia sahabatku sudah tidak lagi muda. Justru diusia yang sudah mapan kata orang, usia 40 tahun yang menurut Imam Ghozali sebagai usia penentu seseorang akan seperti apa nantinya.

    Dan harusnya juga diusia itu kita harus semakin mendekat diri kepada-Nya. Tetapi yang membuat aku kagum justru semangatnya. Semangat untuk merawat cintanya kepada suami dan anak-anaknya.

    Terinspirasi dari status Facebook tersebut fikiranku semakin terbang melayang. Aku bayangkan kalau orang–orang yang sudah paruh baya itu begitu intens merawat cintanya. Bahkan akupun sering geli kalau ada yang malu–malu menunjukkan kemesraan antara suami dan istri karena malu dengan usia dan anak-anaknya. Adakah yang aneh?

    Dengan kondisi zaman serba boleh ditunjang dengan kemudahan kita mengakses informasi saat ini membuat anak–anak kita mudah terjerumus kepada hal-hal yang dilarang. Coba kita lihat di sekeliling kita. Kalau malam minggu beribu pasangan anak-anak muda yang berboncengan dengan mesra bahkan menurut beberapa orang temanku kelihatan jauh lebih mesra dibanding suami istri.

    Mereka tidak pernah merasa cangggung (maaf) berboncengan sambil berpelukan. Sesuatu yang sangat dilarang dalam Islam karena mereka belum diikat dengan pernikahan. Di sisi lain saudara–saudara kita yang sudah menikah justru malu kalau dilihat mesra, padahal halal. Apalagi kalau usia perkawinan mereka sudah memasuki usia belasan tahun.

    Coba kita perhatikan ditempat-tempat rekreasi, penuh isinya dengan pasangan muda-mudi. Kita terlalu sibuk dengan anak-anak dan segala macamnya sehingga kadang-kadang tidak sempat lagi merawat cinta yang semakin dimakan usia.

    Banyak contoh batapa kita sering kedodoran membagi waktu untuk keluarga dan anak-anak kita. Hidup pun jadi semakin monoton dan tentu menyebalkan. Kenapa tidak dicoba resep sahabatku untuk merawat cinta diusianya yang sudah paruh baya itu, disempatkan sekali waktu untuk jalan-jalan dengan suami tanpa anak-anak menyusuri jalan kenangan waktu masih pengantin baru?

    Siapapun orangnya tentu kepingin rumah-tangganya langgeng sampai mereka usia tua. Dan itu butuh perawatan ekstra. Mungkin kita ingat pada saat pengantin baru semua serba indah. Itu berlangsung sampai kehadiran bayi mungil yang sangat dinanti-nantikan. Suasana mulai berubah, ada perhatian yang harus dibagi.

    Menginjak anak- anak mulai sekolah terlebih lagi, disamping memikirkan perkembangan si anak, harus juga dibagi fikiran dan tenaga kita untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan sekolah. Begitu anak-anak sudah mulai masuk SLTP apalagi SLTA, disamping kebutuhan sehari–hari yang semakin membubung, kesempatan untuk merawat cinta semakin terabaikan dengan alasan klasik yang selalu mengemuka. Malu…!?!

    Benarkah sudah tidak ada jalan keluar dari kondisi di atas? Jawabannya tergantung kita. Kaum perempuan biasanya akan terkesan apabila mendapatkan hal-hal yang tak terduga. Dan untuk hal seperti itu tidak mesti perlu biaya mahal. Mari kita simak tulisan sahabatku di Malang pada saat ulangtahunnya.

    dalam diam kupikir kau lupa ….
    saat kau pulangpun terdiam …
    dan akupun diam ….
    kupikir memang mungkin melupakan …
    aku pura-pura tertidur …
    kau bangunkan dan membuka bungkusan kecil …
    ini untukmu …
    selamat ultah yaaa …
    hiiiikkkkssss… selalu seperti ini caramu mengejutkanku!

    Sesuatu yang biasa bisa jadi istimewa ketika dikemas dengan cara yang istimewa. Kelihatannya sederhana, tapi yakinlah itu sangat besar manfaat dan pengaruhnya dalam merawar cinta.

    Jangan hanya berani menggandeng tangan istri pada saat menghadiri pernikahan teman saja. Mestinya kita juga berani menghadirkan suasana yang rileks dan romantis yang terukur dan tidak vulgar dengan berboncengan menyusuri dan menikmati hamparan padi, atau kembali napak tilas ke tempat–tempat yang paling disukai pada saat pengantin baru.

    Atau dalam perjalanan kerumah mertua tiba–tiba kita belokkan kendaraan ketempat indah yang belum pernah dilihat istri bisa juga jadi pilihan.

    Atau menekuni hobby yang sempat terbengkalai karena kesibukan. Yang jelas banyak cara untuk merawat cinta kita terhadap pasangan. Beranikah anda? Saya tantang anda …

    masjono@telkom.co.id

    ==============================
    kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami

  3. kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami
    ==============================

    Turn to Alloh
    Senin, 07/03/2011 14:10 WIB | email | print

    Oleh Mamah Hikmatussa’adah

    Pagi yang bersemangat karena tanggal merah dan week end membuatku bahagia. Bagaimana tidak, aktifitasku yang padat mulai hari senin hingga jum’at terkadang menyisakan penat. Tapi, hari ini berbeda. Rencana bertemu dan berkumpul bersama sahabat-sahabatku akhirnya bisa terlaksana juga. Meski rencananya spontan.

    Berawal dari kesibukkan yang kujalani sehari-hari terasa begitu menyita waktu dan perhatianku. Tapi aku selalu mencoba untuk tetap terus keep in touch dengan para sahabatku. Bagaimana pun sibuknya aku, aku akan selalu merindukan pertemuan dengan mereka. Rindu untuk duduk bersama, bercengkrama, bercerita dan saling mendoakan bersama. Indah rasanya persahabatan ini.

    Dan kini, kami memulai cerita kami. Membuka kehangatan dan keakraban seperti dulu lagi. Semua bebas bercerita. Mulai dari aktifitas masing-masing, kejadian yang membuat kami tertawa, mengerutkan dahi, atau cerita yang membuat otak kami mendidih. Aku sangat menikmatinya. Begitupun dengan yang lainnya.

    Saat mata seorang sahabat berkaca-kaca, kami pun tahu ia sedang memiliki masalah. Kami pun terdiam. Menunggu kata berikutnya yang akan ia ucapkan. Yang terdengar kini isak tangisnya yang perlahan memecah keheningan kami. Aku pun memandang sahabatku satu persatu, mata mereka seolah-olah mengatakan hal yang sama, “aku tak tahu apa yang terjadi!”

    Kuberikan kotak tisu kepadanya, kami biarkan ia menangis sepuasnya. Setelah agak reda, ia tersenyum. Aku pun memberanikan diri bertanya, “ada masalah ya? Ceritakan pada kami, supaya plong hatimu.”

    “Iya mbak. Saya lagi sedih.” Jawabnya pelan.

    “Sedih kenapa?” Tanya yang lain kompak.

    “Ibu saya mbak, seperti tak mengerti keinginan saya. Selalu mendesak saya agar cepat menikah.” Jelasnya terisak.

    Kami pun tersenyum menanggapi penuturannya. Aku dan dua sahabatku memang sudah menikah hingga pernah mengalami berada di posisi seperti itu dulu.

    “Sabar ya sholihah, semua itu perlu komunikasi yang baik dan waktu serta sabar yang tak ada batasnya.” Ujarku menenangkan.

    “Dalam sebuah kisah diceritakan, ada seorang hamba yang sangat taat dalam beribadah, rajin serta istiqomah dalam meminta pertolongan pada Alloh, bahkan ketika berdoa pun ia tidak pernah mengganti doanya, doanya selalu sama dari hari ke hari. Kemudian malaikat bertanya, “Ya Alloh, mengapa Engkau tidak mengabulkan doa hambaMu?”

    Alloh menjawab, “karena aku suka sekali mendengar doa-doa nya yang indah, tutur bahasanya yang cantik, rintihannya ketika memohon padaKu, jika Aku kabulkan permohonannya maka hambaKu tidak akan berdoa lagi padaKu, Aku ingin mendengar doanya lebih lama lagi!” ujar yang lainnya.

    “Sabar ya saudariku. Semua orang ujiannya berbeda-beda. Meski Ibumu bersikap seperti itu, janganlah menyimpan kesal padanya.” Sahabatku menambahkan.

    Kami semua terdiam. Semakin tertunduk dalam kepasrahan. Bahwa hidup ini memang sudah skenario Alloh. Peran apa pun harus bisa dilakoni dengan baik. Mengembalikan semua padaNya akan terasa lebih pantas daripada mengeluh. Dan terasa indah ukhuwah ini jika Alloh lah tujuan kita. Tak kan pernah menyesal mengenal mereka. Yang selalu menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

    Subhanalloh. Maha suci Alloh yang begitu sayang pada setiap hambaNya. Tak pernah Alloh luput menjaga kita, mengawasi kita, bahkan tak pernah Alloh melalaikan kita sedikit pun apalagi sampai melupakan kita.

    Kita lah sebagai manusia yang selalu merasa kurang, tanpa pernah merasa bersyukur atas apa yang Alloh beri, bahkan lupa pada Alloh adalah kelalaian terbesar kita yang sudah biasa kita lakukan.

    Turn to Allah
    He’s never far away
    Put your trust in Him
    Raise your hands and pray
    ”Ooo… Ya Allah…
    Guide my steps don’t let me go astray
    You’re the only one that showed me the way”
    ….

    (hikmah_radar@yahoo.com)
    Anggota FLP Sangatta

    ==============================
    kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami

  4. kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami
    ==============================

    Ayah Super Sibuk
    Senin, 07/03/2011 07:22 WIB | email | print

    Oleh Silvani

    “Ayah lagi sibuk”, “Ayah capek ”,” Jangan ganggu Ayah lagi kerja” begitulah jawaban-jawaban yang selalu diberikan Ayah kepada Alif (5 tahun), jika Alif mengajaknya bermain bola. Kini, Alif tidak pernah lagi mengajak ayahnya bermain bola, karena ayahnya selalu menolak,dan berakhir kekecewaan pada Alief. Alief kemudian memilih bermain Playstation di kamarnya. Sang Ayahpun bersyukur, Alief tak lagi mengganggunya…

    Menyedihkan, tapi nyata. Saya yakin, banyak Alif Alif lain,anak-anak yang memiliki ayah super sibuk, yang tidak lagi memberikan waktu untuk anaknya. Dengan alasan ‘Saya bekerja mencari uang’, para ayah terlupa kalau anak butuh perhatian ayah, anak butuh berkomunikasi dengan ayah, anak butuh kasih sayang seorang ayah…

    Saya merasa beruntung dan bersyukur, sebab ayah saya masih memberikan waktunya untuk kami, empat anaknya. Maghrib adalah waktu spesial kami bersama ayah. Ketika azan maghrib berkumandang, televisi dimatikan, dan tidak ada aktifitas lain kecuali sholat berjamaah bersama ayah. Seusai sholat, kami anak-anaknya bergantian maju mencium tangan ayah, dan ayah akan berdoa untuk kami. Doa yang tulus terucap dari hatinya, harapan seorang ayah kepada anaknya…” Ayah doakan, kamu jadi anak solehah, pintar, berbakti kepada Ayah Ibu, memperoleh kebahagiaan, di dunia dan di akhirat nanti…” Doa yang begitu indah, doa yang terus melekat kuat di hati ini…

    Kemudian ayah akan memberikan kultum kepada kami. Berisi nasihat seperti jangan melalaikan sholat yang lima waktu, pentingnya saling menyayangi diantara saudara, atau kadang berisi ungkapan rasa syukur ketika keluarga kami diberi rizki lebih oleh Allah.
    Usai kultum kami duduk di meja makan untuk belajar. Mengerjakan tugas sekolah, dibimbing oleh ayah. Ayah akan memeriksa tugas sekolah kami, ia juga mengajarkan kami materi pelajaran selanjutnya. Untuk memastikan kami paham pelajaran yang diajarkannya, tak lupa ayah memberi kami pe er yang akan diperiksanya esok hari sepulang kantor.

    Kebersamaan bersama ayah yang paling membahagiakan adalah kala sore hari. Setelah cantik dan harum sehabis mandi, kami semua menanti ayah pulang kantor. Bila dari luar rumah terdengar suara derum motor, kami berlarian menghambur keluar, minta dibonceng ayah. Biasanya ayah dengan senanghatimembonceng kami mengelilingi kompleks rumah. Bergiliran tentunya, kamipun menanti giliran dibonceng ayahdengan hati riang.Kebahagiaan masa kecil, sungguh terasa indah bila dikenang…

    Rasulullah Saw bersabda “Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya, dan Aku adalah yang terbaik kepada keluargaku diantaramu.” (HR. Tirmidzi).

    Mari kita tengok kehidupan Rasulullah saw sebagai seorang ayah… Rasulullah dikenal sebagai ayah yang penuh perhatian dan kasih sayang. Fathimah, putri Rasulullah dibesarkan oleh beliau dengan penuh kasih sayang. Rasulullah sangat bangga dengan putri kecilnya, beliau berkata “Siapa yang mengenal anak ini, maka dia telah mengenalnya, Siapa yang belum mengenal anak ini, maka ketahuilah dialah Fathimah putriku, Dia belahan jiwa, hati dan ruhku. Siapa menyakitinya berarti telah menyakitiku. Siapa menyakiti Aku dia telah menyakiti Allah. “

    Perhatian Rasulullah tetap tercurah kepada anak-anaknya meskipun mereka telah dewasa. Ketika Rasulullah hendak berangkat Perang Badar, beliau berpesan kepada Usman bin Afan untuk tidak ikut berperang, Rasulullah meminta Usman menjaga istrinya, Ruqayyah (putri Rasulullah) yang sedang sakit. Ruqayyah akhirnya meninggal dunia. Ketika kembali dari Perang Badar, yang pertama kali beliau lakukan adalah mengunjungi pusara Ruqayyah bersama Fathimah.

    Rasulullah bukan saja ayah teladan, beliau juga seorang kakek penyayang. Rasulullah selalu menunjukkan rasa cintanya kepada cucunya, Hasan dan Husein. Usamah bin Zaid menceritakan satu kisah teladan Rasulullah. Suatu hari dia pergi ke rumah Rasulullah, Rasulullah membuka pintu dan ia melihat sesuatu bergerak-gerak dibalik jubah panjang nabi,dan beliau bersusah payah memegangnya, Usamah kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang Engkau pegang itu?” Dengan wajah cerah Nabi membuka jubahnya dan terlihat kedua cucunya tertawa. Beliau mengatakan bahwa kedua cucunya terbiasa bermain bersamanya, dan berkata, “Inilah kedua putraku, putra anakku Fathimah.”

    Para Ayah sering berkilah kalau mereka sangat sibuk, tapi bagaimana bila kita bandingkan dengan kesibukan Rasulullah?
    Rasulullah Saw seorang pemimpin umat, penerima ribuan wahyu, mengajarkan sendiri setiap wahyu yang diterimanya, Rasulullah seorang komandan perang, 19 Perang besar dan puluhan ekspedisi militer dipimpinnya, Rasulullah imam setiap shalat di Masjid Nabawi, dan shalat tahjud pun tak pernah ditinggalkannya. Subhanallah!

    Ayah.. masihkah kita katakan kita terlalu sibuk? Sementara Rasulullah telah memberikan teladan kepada kita bagamana beliau memberikan perhatiannya kepada keluarga di tengah kesibukannya yang luar biasa…

    Memang benar Ayah…kita perlu uang. Namun, begitu banyak kebahagiaan lain yang bisa kita berikan kepada anak kita, bukan dengan uang.

    Ayah… Anak-anak butuh sedikit waktu dari Ayah untuk menemani mereka bermain, untuk bercerita kepada mereka, untuk mendapat pelukan seorang ayah…

    Ayah… anak-anak butuh cinta.

    ==============================
    kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami

  5. kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami
    ==============================

    Sekeping Masa Tua
    Minggu, 06/03/2011 05:46 WIB | email | print

    Oleh bidadari_Azzam

    Meskipun kita belum tentu tiba di usia senja, namun tetaplah harus optimis menjalani hari, misteri Sang Pencipta selalu ada, yang kemudian kita dapat menemukan jawaban-jawaban di keesokan hari atau saat di yaumil akhir, atau saat berada di kampung akhirat, Wallahu ‘alam.

    Ibundaku yang tetap sering berbagi hikmah menjelaskan sekilas, biasanya beliau sering merindukan berkumpul bersama anak-anak dan para cucu, apalagi kalau sedang ‘termangu’ sendiri di rumah, sesekali berteman tilawah, lain waktu berteman acara berita televisi.

    Sungguh masa muda saat merawat anak-anak adalah masa yang paling indah dikenang, bisik beliau di telepon. Beliau juga menasehatiku untuk berdisiplin hidup sehat, jangan terlalu banyak konsumsi gula, dan harus selalu teratur jadwal makan dan istirahat dengan cukup.

    “Saat ini, mama gak boleh ngopi lagi nih….berat banget deh nak, namun harus tetap dijalani dengan penuh rasa syukur…”, kata ibu

    Menikmati segelas kopi panas adalah hoby ibu yang sangat penting baginya. Dulu, kemanapun kami berlibur, Saya temani beliau memilih kopi-kopi sebagai oleh-oleh dan buat stok di dapurnya, kopi eropa, kopi arab, kopi melayu, kopi pulau penang, kopi sulawesi, kopi medan, dan dari ragam tempat lainnya sudah pernah dicoba.

    Ibu tahu betul yang mana kopi asli dan yang mana kopi campuran bahan lain. Kopi favourite beliau adalah kopi khas dari kebun kakek di wilayah ogan ilir, sumatera, diolah secara tradisional dengan keharuman murni kopi asli, alami, tanpa bahan tambahan atau pengharum buatan.

    Maka di usia yang sekarang harus menyadari diri akan fungsi jantung dan organ lain tak sekuat biasanya, perkara “tidak bisa minum kopi lagi” adalah ujian yang besar buat beliau.

    “Jadi kamu juga gak usah ngikuti hoby doyan ngopi, deh… kalau minum susu atau teh panas juga, gulanya sedikit aja…”, saran ibu.

    Diriku mengangguk setuju, memang kadang saya juga ikut terlena menghirup harumnya kopi, sekali dalam dua hari saya juga ke café buat ngopi di saat tidak sedang hamil.

    Wah, ternyata harum si kopi yang melenakan itu, bisa menjerat para “fans”nya kepada banyak masalah kesehatan terutama di usia senja. Satu kalimat yang kupetik dari ibu, menikmati hidup dengan makanan, minuman atau benda-benda kesukaan kita adalah manusiawi, namun jangan berlebihan.

    Yah, sebab berlebihan inilah yang menjadi penyebab utama segala penyakit. Berlebihan gula-kopi jadi lemah jantung, kolestrol tinggi. Berlebihan kerja malah jadi sakit magh dan cepat lelah.

    Berlebihan makan-minum di resto cepat saji membuat CRP (bisa dilihat kadar lemak perut membuncit) tinggi, ujung-ujungnya banyak kaum muda yang sudah mengalami sakit jantung dan stroke. Malah di Amerika, isu fast-food telah menjadi permasalahan publik, sudah teramat jarang ditemukan sosok pria yang perutnya tidak gembul disana.

    Sebut saja Paman Gembul, jangankan untuk gerakan rukuk dan sujud, berwudhu pun sungguh kepayahan, di penghujung masa tuanya, perutnya amat besar, lebih besar dari pada perut wanita hamil sembilan bulanan.

    Beliau berbisik mengingatkan, “Waduuuh… jangan sering makan yang instant-instant kayak saya deh… Saya juga susah berhenti merokok dan minum soft-drink, beginilah hasil kumpulan lemak diperut saya…” keluhnya suatu kali.

    Beberapa hari setelah menelepon ibu terkasih, ketika saya sedang pulang dari kunjungan ke dokterku, tiba-tiba di tangga rondo ada seseorang yang jatuh. Saya beristighfar dan meneriakkan Allahu Akbar!

    Rondo adalah sebutan jalan yang banyak arah (seperti simpang empat, kira-kira seperti tengah-tengah daerah air mancur, di Jakarta). Di setiap rondo di Krakow dan kota-kota lain disini, ada jalan di bawah tanah, jalan yang banyak tangga, untuk menyeberang, untuk ke WC, juga ada pertokoan dan papan-papan arah jalan yang menjelaskan puluhan rute bus dan tram.

    Kukira yang jatuh itu adalah anak kecil, karena bentuk tubuhnya memang gemuk pendek. Ternyata seorang nenek, sebut saja Pani Marta, dia jatuh dari sekitar lima anak tangga ke bawah, posisi tertelungkup tak berdaya, pipi kanannya membentur aspal.

    Memang di Poland, tinggi badan orang-orang hampir sama dengan orang Indonesia, malah banyak populasi penduduk yang badannya kecil mungil, pendek seperti Pani Marta. Berbeda jika kalian pergi ke Swedia atau Jerman, badan orang-orang sana gede banget.

    Pani Marta tak bisa segera bangun dalam hitungan detik, saat itu suamiku dan dua orang anak sekolahan yang kebetulan lewat, segera menolong beliau. Saya dan bayi kecil kami berada 3 meter dari posisi jatuhnya Pani Marta.

    Kulihat telinganya mengeluarkan darah segar hingga warna merah itu menutupi warna putih syalnya, juga sedikit darah keluar dari hidungnya. Ya Allah… begitu mirisnya hati ini melihat sosok renta tersebut. Kalau anak-anak yang terjatuh, mungkin masih bisa sempat menghadangkan tangannya agar muka tak terkena aspal.

    Namun sosok tua yang tertelungkup itu, menjerit pun ia tak lagi sanggup, berkata-kata hanya dengan desahan saja.

    Kubuka pintu toko yang terletak pas di depanku, kutanyakan sebungkus tisu, lalu kuserahkan pada suami agar membantu Pani Marta mengelap darahnya, siang itu masih sangat dingin, darah yang mengalir cepat pula membeku.

    Pani Marta berdiri perlahan-lahan, masih agak oleng, berpegangan pada suamiku dan anak-anak kecil itu, beliau berbahasa Poland, kira-kira berkata, “Saya tidak apa-apa, beginilah kalau sudah tua, tadi kaki saya sedikit tersandung dan saya kehilangan keseimbangan. Terima kasih yah semuanya…”, ungkapnya. Oh, bersua pelajaran lagi hari ini.

    Seraya berjalan menuju appartement, masih saja terpikir akan kejadian tadi. Pani Marta, banyak para pensiunan disini menjalani masa tua sepertimu, seorang diri kemana-mana jika pasangan hidup sudah mendahului dipanggil-NYA.

    Kebanyakan kakek-nenek di Krakow doyan olahraga pagi, jalan santai sambil membawa cucu, hewan peliharaan atau sambil berbelanja roti dan kentang. Kalaupun kaki mereka tak kuat berjalan, mereka gunakan tongkat, satu atau dua tongkat, atau kereta-jalan (seperti sepeda bayi kecil bentuknya, tapi digunakan seperti tongkat di depan).

    Ada pula yang tetap rutin berjalan-jalan, menikmati hari-hari dengan berkursi roda, transportasi disini pun sangat mendukung kemudahan buat para pengguna kursi roda. Jika berjumpa dengan mereka yang sedang mengulas senyum ramah, maka kita akan menemukan guratan-guratan sisa kecantikan dan ketampanan kala usia muda mereka.

    Nurani berbisik, Ya Allah berikan kami bimbingan setiap saat, serta kekuatan dalam menjalani setiap masa, termasuk menyambut masa tua yang membentang di hadapan.

    Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam berwasiat, “Ambillah lima perkara sebelum lima perkara : (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (5) Masa Hidupmu sebelum datang kematianmu,” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya)

    Agama adalah nasehat, setiap detik kita berbagi dan beramal dengan nasehat, dan kita akan menemukan bahwa nasehat-nasehat merupakan kekayaan sejati, ilmu-Nya yang tak pernah habis untuk digali.

    Proses pembelajaran diri ini adalah terus-menerus tanpa henti selama hembusan nafas memang belum berhenti. Insya Allah. Semoga tetap optimis.

    (bidadari_Azzam, Krakow, 5 maret 2011)

    ==============================
    kumpulan cerita nasehat bijak islami – kisah sumber nasehat bijak islami – cerpen penuh nasehat bijak islami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s