kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja

kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja
==============================

Tiga Bulan Tidak Mampu Memandang Wajah Suami

Sabtu, 26/02/2011 14:55 WIB | email | print

Oleh Miranti Mayangsari

Berikut adalah postingan dari milis yang saya ikuti. Semoga kita dapat mengambil pelajaran darinya..amin..

***

Tiga Bulan Tidak Mampu Memandang Wajah Suami

Perkawinan itu telah berjalan empat tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya
dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran.

Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”.

Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah dihadapannya.Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”.Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”.Sang istri pun bed rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas
keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”.”Haah, pergi?”. Kata sang istri.”Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri.

Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Dan subhanallah …Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri
melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari `Ashim.Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan.

Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.Hamper saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani
menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

(Diterjemahkan dari kisah yang dituturkan oleh teman tokoh cerita ini, yang kemudian ia tulis dalam email dan disebarkan kepada kawan-kawannya)

http://www.madisaminded.blogspot.com

==============================
kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja

About these ads

About sesungguhnya pacaran dan musik itu haram hukumnya ( www.jauhilahmusik.wordpress.com , www.pacaranituharam.wordpress.com )

pops_intansay@yahoo.co.id
This entry was posted in cerita eramuslim.com. Bookmark the permalink.

5 Responses to kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja

  1. kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja
    ==============================

    Pernikahan dan Sebuah Sepeda Kumbang
    Sabtu, 26/02/2011 07:31 WIB | email | print

    Oleh Dinar Zul Akbar

    (Sebenarnya saya malas sekali untuk membahas soal pernikahan ini, nanti dibilang sok tahulah, sok ngerti kayak pernah merasakan manis getirnya pernikahan. Tapi setelah dipikir tidak ada salahnya juga mengangkat hal ini, toh Ustadz2 yg sering bicara mengenai kematian, surga dan neraka mereka juga belum pernah merasakan hal2 tsb??.)

    Pernikahan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga Balai Pusataka Jakarta Tahun 2000 bermakna adalah suatu ikatan (akad) perkawinan dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Itulah sebuah arti pernikahan menurut KBBI, akan tetapi mencoba untuk menilisik lebih jauh sebuah filosofi dari Pernikahan, maka menarik untuk menyamakan Sebuah Ikatan Pernikahan dengan Sepeda Kumbang atau sepeda ontel..

    Ya.. sebuah sepeda kumbang atau ontel seperti penggalan lyrics lagu Oemar Bakrie karya Maestro Iwan Fals yang sangat terkenal tsb. Di lain pihak banyak yang menganggap bahwa pernikahan adalah sebuah bahtera/perahu, maka kita akan mencoba untuk sedikit keluar dari pakem yang ada, dan melihat ada beberapa kesamaan antara sebuah ikatan pernikahan dengan sebuah barang yang biasa dianggap orang antic (baca : usang) tersebut.

    Sepeda kumbang banyak dilihat sudah usang dimakan zaman, barang peninggalan zaman perang dunia tsb, oleh para manusia saat ini yang sangat membutuhkan mobilitas tinggi, sudah sering dianggap sebuah besi tua yang hanya mempunyai dua roda yang sudah pantas di petikemaskan.

    Begitu juga dengan pernikahan,

    Pada zaman sekarang dimana nuansa Hedonisme sangat melekat, ikatan pernikahan sudah dianggap kuno atau bahkan sudah tidak layak digunakan lagi, di negara2 maju kebanyakan dari mereka menganut budaya Samen Level atau istilah udiknya Kumpul kebo, dan juga tidak dipungkiri Indonesia yang katanya Negara Berpenduduk Islam terbesar ternyata juga ada budaya seperti itu.

    Berbicara tentang sebuah sepeda kumbang, tentu yang namanya sepeda terdiri dari beberapa komponen, dan tentu saja yang menjadi instrument pokok agar Ia dapat berjalan adalah dua buah roda terletak di depan dan dibelakang, yang juga mempunyai rem tentunya, untuk mengendalikan cepat atau tidak cepatnya dari laju sepeda tersebut, apa yang terjadi jika dua roda tersebut sejajar, tentunya itu bukanlah sebuah sepeda, atau kalau mau dipaksakan itu sepeda, mungkin akan sangat sukar untuk dikendarai.

    Sama halnya dengan Pernikahan, tentu di dalam Islam yang menjadi salah satu rukun nikah adalah sepasang adanya suami istri, suami sebagai seorang Imam tentulah Ia berada di depan, dan sang Istri di belakang sebagai makmum, seperti halnya posisi dua roda tersebut, jika keduanya sama2 berada dalam posisi yang sejajar, maka akan mudah sekali untuk ditebak, bahwa akan menjadi susah untuk di kendalikan sama halnya dengan sepeda tadi, jikalau hal itu ingin di anggap sebagai sebuah pernikahan.

    Dan tentu seperti yang disebutkan di atas tadi bahwa suami istri sebagai roda dari ikatan pernikahan haruslah mempunyai rem (baca : Pengendalian dari) jikalau kedua2nya sama2 mengerem maka pernikahan tidak akan pernah berjalan, dan jika kedua2nya tidak mau mengerem, tentu juga tidak akan pernah berhenti dan bahkan malah lebih berbahaya lagi.

    Maka sudah sepatutnya bahwa jika roda depan (baca : Suami) mengerem maka roda belakang (baca : istri ) pun harus mengerem, jika hanya salah satu roda yang mengerem maka sepeda (baca : Pernikahan) akan bisa jadi menjadi oleng yang akhirnya dapat terpelanting jatuh, bahkan dapat menyebabkan sepeda (baca : Pernikahan) menjadi rusak!.

    “Laju sepeda kumbang di jalan berlubang” (Oemar Bakri : Iwan Fals)

    Yaa, bahwasannya jalan yang akan di lalui oleh sepeda itu tidak akan pernah selalu lurus, bagus, dan mulus. Terkadang sepeda tsb melewati, apalagi ketika musimnya perang dunia, Ia biasa melewati jalan berlumpur, becek, jalan yang bergelombang, tidak rata, hancur, tanah, rumput, aspal bagus dan perlu diketahui bahwa sepeda, terlebih sepeda kumbang itu juga tidak boleh masuk ke dalam jalan toll!!. (lurus tanpa hambatan)

    Begitu juga dengan pernikahan, tak selamanya jalan itu mulus, kadang harus juga melewati tipe2 jalan yang sudah di sebutkan diatas tadi, dan sama halnya dengan sepeda yang tidak boleh masuk ke dalam toll, maka sudah dapat dipastikan bahwa pernikahan juga tidak akan mendapat kan sebuah alur yang lurus, bagus, dan mulus plus tanpa hambatan.

    Bukan hati bermaksud untuk merendahkan nilai2 pernikahan dengan menyamakan hal tsb, dengan sebuah sepeda terlebih sepeda kumbang. Hanya saya bermaksud untuk melihat dan mencari persamaan dengan hal2 sederhana yang ada disekitar kita.

    mukminsehat.multiply.com
    dinarzulakbar_mail@yahoo.com

    ==============================
    kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja

  2. kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja
    ==============================

    Debar-debar Saat Sunatan
    Jumat, 25/02/2011 14:09 WIB | email | print

    Oleh Mira Kania Dewi

    Bismillah,

    Hampir di setiap libur panjang akhir semester, banyak janur berdiri di pinggir-pinggir jalan. Bukan selalu pertanda ada sebuah pernikahan lho! Tetapi bisa juga pertanda perayaan sunatan bagi anak laki-laki di sebuah keluarga. Ya, bagi umat Islam sunat memang merupakan salah satu ajaran sunnah Rasul yang dianjurkan bagi orang tua kepada setiap anak laki-lakinya.

    Dari Abu Harairah radhiyallahu’anhu Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” lima hal yang termasuk fitroh yaitu: mencukur bulu kemaluan, khitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.” (HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim)

    Lain Aak (kakak) lain pula Dede (adiknya). Di usianya yang baru menyelesaikan taman kanak-kanak, Aak sudah tak sabar ingin disunat. Tentu saja, aku dan suami senang bercampur haru, apa yang membuatnya terburu-buru karena kami tak pernah memaksanya untuk segera disunat.

    “Aku ingin disunat dong, Bunda!”

    “Kenapa Ak, kok buru-buru. Aak ingin beli sesuatu?”

    “Gak Bun, aku ingin nabung aja”.

    Wah! Hebat sekali obsesinya. Aku dan suami girang bukan kepalang. Maka saat liburan sekolah tiba, Aak pun disunat. Semua berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali.

    Lain lagi dengan Dede. Dede terlihat masih tenang-tenang saja walaupun usianya sudah menginjak kelas tiga SD. Tak ada tanda-tanda ia ingin segera disunat. Ada rasa ketar-ketir dalam hatiku. Maklumlah, bagi kebanyakan orang Sunda, kebiasaan menyunati anak umumnya dilakukan pada anak dengan usia yang tergolong muda. Rata-rata sebelum kelas tiga SD. Sebetulnya aku tak mau memaksa Dede, tapi aku penasaran ingin sekedar tahu kapan ia siap disunat.

    “Kapan mau disunat, De?” , selidikku.

    “Ntar Bun, kalo sudah siap nanti aku bilang sama Bunda”, jawab Dede dengan enteng.

    Dua bulan kemudian, liburan sekolah tiba. Dede masih terlihat adem ayem tak menyinggung soal sunat-menyunat. Seminggu, liburan sekolah berlalu begitu saja. Tiba-tiba, aku dan suami terlonjak gembira mendengar sebaris kalimat yang diucapkan Dede dengan mantap.

    “Bunda-Ayah, aku mau disunat”

    “Wah hebat! Alhamdulillah, kita ke dokter ya besok”

    Segera aku dan suami berkonsultasi dengan dokter bedah untuk merencanakan waktu yang tepat untuk sunatan Dede. Kami bergerak dengan cepat, khawatir Dede berubah pikiran jika kami menunda-nunda sunatannya.

    Saat yang mendebarkan tiba. Aku dan Dede berangkat ke rumah sakit ditemani nenek dan kakek (orang tuaku). Suami berhalangan menemani Dede karena ada tugas ke luar negeri yang tidak bisa ditinggalkan.

    Dede pun dibius lokal dan tak lama kemudian dokter mulai beraksi mengoperasi Dede.

    “Aduh, sakit!” jerit Dede.

    Dokter menambah suntikan. Lima menit berlalu namun Dede tetap menjerit kesakitan. Aku mulai panik. Lantunan do’a tak henti kuucapkan. Kugenggam erat tangan Dede. Begitu pula nenek dan kakek, sambil berdo’a mereka menggenggam tangan Dede dan membelai-belai tubuh cucunya tercinta.

    “Kok masih terasa ya, dok?” Aku bertambah khawatir.

    “Coba diajak bicara, Bu”

    Aku terus berusaha menenangkan Dede sambil terus berdo’a. Hati dan mulutku tak henti-henti menyebut asma-NYA. Terlihat, Dede menahan sakit yang luar biasa, bibirnya kebiruan. Allohu Akbar!!

    “Dok, kenapa masih sakit begini ?”

    Kali ini aku betul-betul ketakutan. Operasi sunat yang biasanya berlangsung hanya lima belas menit, sudah hampir setengah jam belum juga selesai. Peluh mengalir di wajah dokter yang berusaha secepat mungkin menyelesaikan operasi sunat Dede. Dokter menambah suntikan obat bius, namun obat bius sepertinya tak mau berkompromi dengan Dede. Waktu terasa berjalan sangat lambat.

    “Allah Yang Maha Agung, kuatkanlah anakku tersayang”.

    Akhirnya, waktu yang ditungggu-tunggu datang juga. Sunat Dede selesai sudah. Aku menarik napas lega. Kami mengucap syukur tak henti-henti.

    “Alhamdulillah yaa Allah, akhirnya selesai juga”.

    Sebelum kami pulang, dokter berpesan bahwa rasa sakit pasca (setelah) operasi akan terasa saat di rumah.

    Dede sudah bisa tersenyum lebar saat tiba di rumah. Dede memang anak yang kuat dan pemberani.

    “Dede hebat dan kuat, sayang. Selamat ya, sudah disunat. Anak pintar. Ayah-bunda, nenek-kakek, semua bangga sama Dede.”

    Satu jam berlalu, dua jam, tiga jam, enam jam berjalan tak ada keluh kesah kesakitan keluar dari mulutnya. Begitu seterusnya sampai beberapa hari selanjutnya. Tak ada rengekan manja dari bibirnya yang mungil. Dede memang anak yang hebat.

    Dalam kelegaan sebetulnya ada sesuatu yang mengganjal hatiku. Tentang obat bius! Obat bius yang tak mempan buat Dede. Aku memutar otak karena penasaran.

    Astagfirullohal’adziiim, aku lupa satu hal penting! Oh, aku jadi teringat sesuatu. Beberapa waktu yang silam, Leli (adik suami) pernah bercerita. Sewaktu Leli mengalami keguguran dan harus dikuret, dokter yang telah membiusnya keheranan. Leli sudah tiga kali diberi obat bius tapi entah kenapa Leli tak kunjung tidur juga. Biasanya dengan satu kali suntikan, pasien langsung tertidur.

    Akhirnya dokter mengganti jenis obat bius untuk Leli dengan jenis yang lain. Cukup satu kali suntikan, Leli akhirnya tertidur. Dokter berkesimpulan bahwa Ibu Leli tahan obat bius, sehingga tidak semua obat bius mempan baginya.

    Duggg!!! Hatiku seperti dipalu. Yaa Allah, ampunilah aku yang telah lalai mengingat riwayat keluarga dan lupa menceritakannya kepada dokter. Dede sayangku, ma’afkan Bunda yang khilaf. Seharusnya Bunda menceritakan kisah Tante Leli yang mungkin punya kesamaan genetik dengan Dede kepada dokter bedah sebelum menyunat Dede.

    Sejak kejadian itu aku menjadi lebih cerewet memberi ceramah jika ada keluarga yang disunat. Sunatan Dede menjadi pelajaran berharga bagiku agar lebih berhati-hati dengan hal yang berbau bius-membius tertutama bagi anak-anak kami. Entahlah, aku yang awam ini tidak banyak tahu tentang ilmu kedokteran. Yang aku tahu pasti, aku sangat bersyukur Dede diberi kekuatan lahir dan batin. Terima kasih Allah, wahai Dzat Yang Maha Kuat.

    Kini Dede sudah kelas 6 SD. Dede pandai sekali bersosialisasi. Hampir semua orang senang berada di dekatnya. Sepertinya ia punya magnet besar yang bisa menarik perhatian orang lain.

    Dede cintaku, Bunda doa’kan selalu, semoga Dede menjadi anak yang sholeh, menjadi penyejuk hati Ayah dan Bunda, menjadi pemimpin orang-orang beriman, diberikan keberkahan dan kebahagian dalam hidup, dan menjadi ahli surga. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua, aamiin. I love you forever.

    Wallohua’lam bishshowaab

    (mkd/bintaro/24.02.2011)

    ==============================
    kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja

  3. kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja
    ==============================

    Wahai Ummat Islam Bersatulah!
    Jumat, 25/02/2011 06:07 WIB | email | print

    Oleh Syaripudin Zuhri

    Melihat atau membaca berita pada akhir-akhir ini seperti ada yang sedang “bermain” dan berusaha mengadu domba ummat Islam Indonesia, bahkan di dunia, dengan berbagai cara, cara yang paling terlihat adalah menjadikan FPI (Forum Pembela Islam)sasaran “tembak” atau”kambing hitam” terlepas dari cara-cara FPI yang terkadang anarkis, yang juga sering kali dibantah oleh anggotanya sendiri, kalau gitu jangan-jangan ada orang yang”menyusup” masuk ke dalam FPI, kemudian membuat kelakuan seolah-olah FPI, sehingga cap FPI yang anarkis melekat.

    Kalau memang benar adanya, hati-hatilah dalam berjuang, karena bisa saja orang seperti Abdulllah bin Ubay menyusup ke mana-mana, termasuk kedalam organisasi atau ormas-ormas Islam. Dalam sejarah Islam -nah lagi-lagi saya bicara tentang sejarah- ada rajanya munafik yang selalu merongrong nabi dari dalam! Mengaku beriman, tapi berkali-kali nabi “ditikam” dari dalam. Umar bin Khottob berkali-kali menyarankan pada nabi agar “menghabisi” Abdulllah bin Ubay ini, namun bijaknya nabi bersabda:” Kalau Abdullah bin Ubay dihabisi, nanti orang bilang, lihat nabi telah menghabisi saudaranya sesama muslim!”

    Nah para munafik sejenis Abdullah bin Ubay bergentayangan di Indonesia, bisa saja mereka memakai “baju”ormas Islam, tapi di dalamnya berusaha sedang menghantam Islam dari dalam! Agar ummat dicitrakan buruk, anarkis, tak tahu diri, radikal, teroris dan lain sebagainya. Sehingga nama Islam menjadi hancur di mata dunia! Nah memang itu sasarannya, Ummat Islam di mana-man sedang diadu domba, termasuk di Indonesia. Diadu dengan sesama ormas Islam, diadu dengan pemerintah, diadu dengan oraganisasi lainya dan lain sebagainya.

    Saya bukan membela FPI, saya bukan anggota dan bukan simpatisan FPI, saya hanya ingin kedamaian dan ketentraman terbentuk di negara tercinta Indonesia. Hanya saja saya cinta Indonesia, negara yang besar ini kalau dibentangkan di Amerika Serikat, akan menutup negara tersebut dari ujung barat ke ujung timurnya! Kalau negara kita dibentangkan di Eropa seluruh Eropa akan tertutup oleh negara kita!

    Kita negara besar dan kalau mau dibandingkan dengan negara Singapur, Singapur “tak ada apa-apanya” secara fisik Singapur bila dimasukan ke pulau Kalimantan akan “lenyap ditelan” hutan belantara Kalimantan! Singapur kecil sekali, makanya lebih mudah mengurusnya, tak sebanding dengan Indonesia yang begitu luas, tidak banggakah anda menjadi orang Indonesia yang begini luas?

    Nah kalau negara kita yang begini luas mau dipecah belah, paling mudah! Karena negara kita terdiri dari ribuan pulau, dengan suku, bangsa, bahasa, agama, keyakinan yang berbeda satu sama lain! Awas, jangan sampai kita kembali seperti usaha Belanda memecah bangsa Indonesia, ingat sejarah bung!

    Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Ingat “jasmerahnya” Bung Karno! Ketika Belanda berhasil memecah belah bangsa Indonesia, pernah negara Republik Indonesia itu menjadi bagian dari RIS, Republik Indonesia Serikat! Ada negara Jawa Timur, negara Pasundan, negara Sumatera , negara RI dan lain sebagainya. Dengan presidenya adalah “boneka-boneka” Belanda!

    Adu domba telah menghancurkan Irak, adu domba telah menghancurkan Palestina, adu domba telah menghancurkan Afganistan! Ingat, itu adalah negara-negara yang penduduknya tunduk dan sujud kepada Allah SWT, tapi berhasil dipecah belah sedemikian rupa oleh “tangan-tangan kotor” yang haus kekuasaan dan minyak atau SDA lainnya.

    Mari kita berkaca kepada tiga negara tersebut, Irak, Palestina, Afganistan, apapun alasannya mereka sedang saling bunuh diantara fraksi yang ada, padahal yang di bunuh adalah saudara-saudara mereka sendiri, sebangsa dan setanah air! Kalau hanya beda paham, beda keyakinan, benda argumentasi, beda suku, beda agama, beda organisasi, beda prinsif dan lain sebagainya lantas manusia saling bunuh diantara sesasamanya, bukankah itu barbar namanya! Bukankah itu hukum rimba namanya! Bukankah itu berarti manusia sudah menjadi serigala bagi sesamanya? Itukah yang kita inginkan terhadap bangsa ini? Saya yakin tidak!

    Jika ada yang mau memecah belah ummat Islam Indonesia, jelas itu adalah “tangan-tangan kotor”, saya tak bisa menunjuk “hidung” si “tangan-tangan kotor” tersebut, tapi dari fenomena yang ada, anda sudah pasti bisa menduga, negara mana itu. Bagi kita yang penting bukan pengadu dombanya, tapi maukah kita diadu domba pada sesasama ummat Islam Indonesia, kalau itu terjadi, dimana ummat Islam Indonesia berhasil diadu domba, maka kejadian di Irak, Afganistan, Palestina bisa juga terjadi di negara yang sama-sama kita cintai ini.

    Dan wahai sang “tangan-tangan kotor” berhentilah mengadu domba ummat Islam, FPI dan berbagai ormas lainnya adalah sama, sama warga negara RI yang berhak hidup di tanah air ini. Jika ada masalah, mari dengan kepala “dingin” duduk disatu meja untuk bermusyawarah, jangan main golok, kelewang, clurit dan sebagainya, jangan main bakar-bakaran, kasihan rakyat yang sudah menderita, ditambahn dengan penderitaan karena merasa terancam hidupnya.

    Jangan lupa”membunuh seorang manusia, sama juga membunuh seluruh ummat manusia” begitu juga sebaliknya” berbuat baik pada seorang manusia, sama juga berbuat baik pada semua manusia” Mari kita tinggalkan kebencian itu, mari kita tinggalkan saling salah menyalahkan satu sama lain, mari kita tentramkan hati kita masing-masing, dengan berpikir positif, berbuat baik dan tidak mau diadu domba, apapun alasannya!

    Negara sebesar Indonesia dengan sumber kekayaan alam yang melimpah, memang menjadi incaran negara-negara yang haus”darah” yang berusaha dan mencoba mengusai Indonesia dan kalau mungkin ingin menjajah Indonesia, ingat sejarah, Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang telah berhasil menguasai Indonesia dan menjajah Indonesia, akankah sejarah akan berulang kembali?

    Saya yakin taka ada yang mau dijajah kembali, tapi kalau bangsa Indonesia berhasil diadu domba antar suku, antar agama, antar keyakinan, antar pulau, kemudian perang atau saling bunuh, hingga negara ini menjadi hancur karena perang saudara, pasti ada negara lain punya alasan untuk datang ke Indonesia dengan angkatan perangnya, dengan alasan “menjaga perdamaian” ujung-ujungnya negara kita akan dikuasainya dan tamatlah Indonesia sebagai suatu negara, seperti Uni Soviet! Tamatlah negara RI dan hilang dari peta dunia!

    Saya yakin tidak ada yang mau Indonesia atau ummat Islam akan tamat dan lenyap dari peta dunia! Walaupun ada yang meramalkan akan menjadi beberapa negara, yang begini ini, telah menimbulkan adu domba terselubung. Sekali lagi bila rakyat Indonesia, siapapun dia, waspada dan tak mau diadu domba seperti di jaman penjajahan Belanda dulu, insya Allah Indonesia akan tetap eksis di peta dunia, bahkan bisa tetap menjadi salah satu negara terbesar di dunia dengan penduduk yang juga salah satu terbanyak di dunia dan itu sebuah potensi yang besar, yang bukan main-main, bila dapat dikelola dengan baik!

    Namun siapapun yang menjadi Presiden di Indonesia sekarang ini, akan” jungkir balik dibuatnya”, tak seorangpun yang mampu dengan mudah mensejahterakan rakyatnya dengan segera setelah krisis berkepanjangan. Jadi biarkanlah Presiden SBY bekerja di masanya, nanti waktunya 2014 juga akan tiba, nah silahkan tokoh-tokoh bermunculan saat itu, silahkan berusaha dipilih oleh rakyat!

    Terlepas SBY baik atau buruk, tapi sudah menjadi presiden Indonesia. Sudahlah, sabarlah, tak lari gunung dikejar! Lebih baik dari sekarang siap-siap dengan menyusun program untuk mensejahterakan rakyat, dari pada kasak kusuk dan mangadu domba rakyat, apa lagi mengadu domba Presiden dengan FPI, mengadu domba Presiden dengan rakyatnya sendiri, mengadu domba sesama ummat Islam.

    Jangan lupa ummat Islam itu bersaudara, apapun ormasnya, apapun suku, bangsa, warna kulitnya. Janganlah… rakyat terus menerus diadu domba, rakyat nuntutnya tak banyak-banyak kok, asal bisa hidup sejahtera, bisa menyekolahkan anak-anak dan aman dari segala macam gangguan, sudah! Rakyat kita tak neko-neko kok.

    Maka bila ada ormas yang bersalah “tangkap tikusnya, jangan bakar lumbungnya!” Siapapun jangan mau diadu domba. Begitu juga FPI tahan dirilah, rapatkan dan luruskan barisan, jangan biarkan barisan menjadi kacau balau, hati-hati ada yang menyusup ke FPI!

    Hati-hati polanya Orde Baru, ada oknum yang masuk ke ormas menjadi anggota ormas, kemudian mengacak-ngacak dari dalamnya. Begitu juga Ahmadiyah … dengarlah para tokoh masyarkat yang sudah menghimbau dengan berbagai cara, kembalilah …kembalilah ! Dan bagi semuanya, mari belajar dari sejarah dan jangan melupakan sejarah, bangsa Belanda bisa menguasai Indonesia adalah dengan adu domba, maka jangan mau diadu domba! Insya Allah Indonesia akan sejahtera, adil dan makmur. Bila tak sekarang, ada generasi yang akan datang!

    Saya sudah sering menulis, mari kita melihat ke depan, jangan sampai dikemudian hari, entah 50 tahun, 100 tahun atau berabad kemudian Islam di Indonesia hanya tinggal nama saja, seperti kejadian Islam di Spanyol beberapa abad yang lalu. Islam bisa saja hanya tinggal nama di Indonesia, kalau “pihak lain” berhasil dengan berbagai cara mengadu domba ummat Islam, khususnya mengadu domba ummat Islam dengan pemerintah, bila ini berhasil, maka kegiatan ummat Islam Indonesia akan “diawasi” terus menerus seperti jaman Orba dulu, dimana para khotib, dai, penceramah diteror sedemikian rupa, oleh “kelompok tertentu” yang saat itu memegang kendali dibidang keamanan, hingga para khotib, dai, penceramah tak bebas untuk berdakwah!

    Islam harus tetap tegak di bumi Indonesia, ummat Islam harus berani menyuarakan kebenaran, ummat Islam jangan mau lagi diadu domba, ummat Islam Indonesia harus banyak belajar kepada negara-negara yang sekarang sedang tahap yang sangat memprihatikan, karena berhasil diadu domba oleh “tangan-tangan kotor” seperti yang terjadi di Irak, Afganistan, Palestina dll.

    Ayo bangkit terus dalam panji-panji tauhid, ayo terus berjuangan di segala line, ayo terus membangkitkan semangat juang yang sungguh-sungguh sesuai dengan potensi masing-masing. Mendan jihad terbuka luas, jihad yang banyak disalah artikan, telah dijadikan “senjata’ mematikan perjuangan, jihad adalah berjuangan sungguh-sungguh tanpa akhir, bukan hanya di medan perang, tapi juga di zone damai, dengan memajukan ummat Islam, agar maju dan tak tertinggal dengan ummat lain.

    Kembali ke masalah adu domba, mari kita singkirkan segala macam perbedaan, ummat Islam adalah satu, jangan sampai berpecah belah, hanya karena beda ormas, beda partai, beda aliran, beda pendapat, beda pandangan dan lain sebagainya. Bila ummat Islam bersatu, terutama para pemimpinya, maka insya Allah, Islam akan tetap jaya di Indonesia, pihak lainpun mikir bila ingin mengadu domba ummat Islam. Ayo, jangan mudah terpancing, jangan mudah percaya pada yang terlihat di TV, berita dan lain sebagainya. Periksalah lagi, janagn lansung ditelan mentah-mentah, agar kita tak menyesal akhirnya.

    Mari jaga citra ummat Islam, mari tumbuhkembangkan bahwa Islam adalah” rakhmatan lil alamin” rahkmat bagi seluruh alam, Islam bukan teroris! Islam ya Islam titik! Islam radikal dan Islam moderat adalah cara pihak lain untuk mengadu domba sesama ummat Islam. Ummat Islam dimanapun adanya, entah di ormas, di partai politik, di pemerintahan, di swasta dan lain sebagainya tetap satu, sekali lagi jangan mau dipecah belah, hanya gara-gara beda partai atau beda ormas! Mari tunjukan bahwa ummat Islam adalah satu dan tetap bersatu! Ummat Islam adalah bersaudara, apapun nama ormas dan partainya!

    Wahai Ummat Islam bersatulah! Bersatu kita teguh, bila berceria, ummat Islam akan hancur dan Islam hanya tinggal nama!!!

    ==============================
    kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja

  4. kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja
    ==============================

    Si Ranid dan Ceramah Ustadz
    Kamis, 24/02/2011 16:16 WIB | email | print

    Oleh Dinar Zul Akbar

    Suatu pagi yang indah, Ranid yang tengah asik mengutak-atik blognya mendapatkan sebuah pesan singkat dari seorang teman.

    Yang berbunyi :

    Tatsqif di Masjid Al Hidayah jam 8-slsai. pembicara Ust Sanwani. Sebarkan!!

    Segera ia berberes-beres menyiapkan diri untuk turut hadir dalam kajian tersebut. Ranid seorang pemuda biasa, bersekolah di tempat yang biasa, teman-temannya pun dari kalangan yang biasa-biasa saja. Bukan orang yang pintar tapi juga bukan orang yang bodoh. Tidak ada satu hal yang dirasa spesial dalam diri seorang Ranid. Dalam benaknya ia hanyalah seorang manusia biasa, di kehidupan yang biasa, tapi dikelilingi oleh orang-orang yang luar biasa.

    Ditemani sepeda motor kesayangannya Ranid pun sampai di tempat yang dimaksud. Ia sudah tak sabar untuk mendengarkan tausiyah dari Ust Sanwani yang memang dikenal sebagai sosok sersan (serius tapi santai) lengkap dengan aksen betawi yang memang menjadi ciri khas pembawaan dari sang ustadz tersebut.

    Segera Ranid duduk di shaff akhir dikarenakan memang sudah banyak jama’ah yang hadir di dalam masjid tesebut. Seketika Ranid duduk, sang ustadz sedang membahas masalah Facebook. Ranid tidak mengerti apa kaitan antara Facebook dengan keikhlasan. Ia pun menyimak dengan teliti dan menunggu satu demi satu kata-kata yang diucapkan oleh Ustadz Sanwani.

    “Kalo segala sesuatu tanpa diiringi niat karna Allah, hati-hati dah jangan sampe kita termasuk orang-orang yang celaka nanti di akherat,” ucap Ustadz Sanwani.

    Ustadz Sanwani melanjutkan ceramahnya, “Makanya ente-ente kalo pada bikin status pesbuk juga karna Allah, inget nanti tangan kita bakalan bersaksi tentang apa aja yang udah ia tulis di stiap status-status kita.”

    Kemudian Ustadz Sanwani membacakan sebuah hadits. Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya manusia paling pertama yang akan dihisab urusannya pada hari kiamat adalah: Seorang lelaki yang mati syahid, lalu dia didatangkan lalu Allah membuat dia mengakui nikmat-nikmatNya dan diapun mengakuinya. Allah berfirman, ‘Lalu apa yangkamu perbuat padanya?’ dia menjawab, ‘Aku berperang di jalan-Mu sampai aku mati syahid.’ Allah berfirman, ‘Kamu berdusta, akan tetapi sebenarnya kamu berperang agar kamu dikatakan pemberani, dan kamu telah dikatakan seperti itu (di dunia).’ Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sampai dia dilemparkan masuk ke dalam neraka.

    Dan (orang kedua adalah) seseorang yang mempelajari ilmu (agama), mengajarkannya, dan dia membaca (menghafal) Al-Qur`an. Maka dia didatangkan lalu Allah membuat dia mengakui nikmat-nikmatNya dan diapun mengakuinya. Allah berfirman, ‘Lalu apa yang kamu perbuat padanya?’ dia menjawab, ‘Aku mempelajari ilmu (agama), mengajarkannya, dan aku membaca Al-Qur`an karena-Mu.’ Allah berfirman, ‘Kamu berdusta, akan tetapi sebenarnya kamu menuntut ilmu agar kamu dikatakan seorang alim dan kamu membaca Al-Qur`an agar dikatakan, Dia adalah qari`, dan kamu telah dikatakan seperti itu (di dunia).’ Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sampai dia dilemparkan masuk ke dalam neraka.

    Dan (yang ketiga adalah) seseorang yang diberikan keluasan (harta) oleh Allah dan Dia memberikan kepadanya semua jenis harta. Maka dia didatangkan lalu Allah membuat dia mengakui nikmat-nikmatNya dan diapun mengakuinya. Allah berfirman, ‘Lalu apa yang kamu perbuat padanya?’ dia menjawab, ‘Aku tidak menyisakan satu jalanpun yang Engkau senang kalau seseorang berinfak di situ kecuali aku berinfak di situ untuk-Mu.’ Allah berfirman, ‘Kamu berdusta, akan tetapi sebenarnya kamu melakukan itu agar dikatakan, Dia adalah orang yang dermawan, dan kamu telah dikatakan seperti itu (di dunia).’ Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sampai dia dilemparkan masuk ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 1905)

    “Nah ntar ada giliran Facebookers ditarik, dihadapkan di muka persidangan. Allah Sang Hakim bertanya, ‘Hei udah ngapain di dunia?’ ‘Saya buat Facebook supaya bisa dakwah,’ belum sempet tuh Facebookers ngomong lengkap. Allah udah ngebantah, ‘Ente bohong, dusta! Ente apdate status supaya dijempolin orang kan?! Ente apdate status supaya dikomentarin orang, ente tersenyum bangga ketika ada yang nge-like ataupun komentarin kan?! Ente cuma keluh-kesah di Facebook terhadap semua nikmatKu.’ Segera Allah memanggil malaikatNya untuk menarik muka sang Facebookers dan menjebloskannya ke dalam neraka.”

    Naudzubillah min dzalik..

    Ranid pun terhenyak kaget bukan kepalang. Ia sering membaca hadits tersebut. Namun ia juga sering melupakan hal itu. Bab niat merupakan hal sederhana yang sering dilupakan oleh banyak orang. Ranid menengok kesana-kemari guna melihat apakah ada teman-temannya yang hadir pada kajian kali ini. Ia berharap teman-temannya ikut mendengarkan isi kajian kali ini. Namun nyatanya tidak ia hanya datang seorang diri di tengah masyarakat banyak yang mereka tidak mengenalinya.

    ==============================
    kumpulan cerita cinta asmara remaja – kisah sumber cinta asmara remaja – cerpen penuh cinta asmara remaja

  5. situs mantan kyai NU: http://www.mantankyainu.blogspot.com

    situs yg menjelaskan haramnya musik, termasuk musik religi juga haram: http://www.jauhilahmusik.wordpress.com

    ketahuilah bahwa pacaran itu haram, jadi jangan pacaran: http://www.pacaranituharam.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s